"Nggak ada masalah, Golkar kan punya skenario, strategi untuk mengambil sikap," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat dihubungi, Jumat (22/9/2017).
Meski begitu, PDIP masih mempertimbangkan figur yang akan diusung untuk maju dalam Pilgub Jabar. PDIP dan Golkar, seperti diketahui, berada dalam satu poros koalisi di Jabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Jabar, hanya PDIP yang dapat mengusung pasangan cagub dan cawagub sendiri karena memiliki 20 kursi di DPRD Jabar. PDIP tetap membuka peluang koalisi dengan parpol lain.
"Tapi, bagi PDIP, sekali kami deklarasi, maka kami betul-betul berikan dukungan yang dimiliki partai. Soal kerja sama, tentu setiap partai punya strategi masing-masing," tutur Hasto.
Sebelumnya, Golkar mengambil langkah mengejutkan dengan mengusung Ridwan Kamil sebagai Cagub Jabar. Ridwan Kamil dipasangkan dengan politikus muda Golkar, Daniel Muttaqien.
Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily tak membantah soal penunjukan Ridwan Kamil sebagai cagub Jabar yang diusung Golkar. Namun dia tak mau berbicara detail soal isi surat.
"Pertama, bahwa DPP Partai Golkar mengeluarkan surat tersebut memang harus secara resmi melakukan rapat, dengan melibatkan semua unsur di dalam DPP Partai Golkar. Juga termasuk di dalamnya Ketua DPD Provinsi Jawa Barat," ujar Ace, Jumat (22/9). (dkp/dkp)










































