Agung Diminta Abaikan PAW 4 Anggota FPDIP yang Direcall
Kamis, 19 Mei 2005 18:03 WIB
Jakarta - Geram dengan sikap pengurus DPP PDI Perjuangan (PDIP), empat anggota FPDIP yang direcall mendatangi ruang kerja Ketua DPR Agung Laksono. Keempatnya meminta Agung mengabaikan surat Pergantian Antar Waktu (PAW) yang dilayangkan DPP PDIP.Keempat anggota itu adalah Roy BB Janis, Noviantika Nasution, Sukowaluyo Mintoharjo, dan Tjiandra Wijaya. Keempatnya didampingi kuasa hukum dari TPDI Petrus Selestinus. Mereka dipecat oleh Megawati karena nekat mendirikan Gerakan Pembaruan (GP) PDIP.Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung selama satu jam di ruang kerja Agung di Gedung Nusantara III DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (19/5/2005), mereka menjelaskan sikapnya terhadap surat tembusan PAW."Kami berharap PAW itu diabaikan karena DPP PDIP yang ada saat ini masih dalam gugatan di PN Jaksel," kata Sukowaluyo usai pertemuan.Mereka juga berharap tidak ada kesewenang-wenangan yang dilakukan pimpinan partai atas adanya perbedaan pendapat. "Jadi jangan sampai konflik internal digunakan sewenang-wenang oleh pimpinan untuk merecall," katanya.Ketua DPR Agung Laksono, lanjut Suko, mengaku tidak terlalu menanggapi secara aktif surat yang dilayangkan DPP PDIP tersebut. "Ketua DPR tadi menyatakan tidak dalam posisi aktif karena penentunya adalah KPU," katanya. Mengenai nasib kliennya ini, Petrus mengatakan, dalam waktu dekat akan mendaftarkan 16 gugatan yang ditujukan kepada DPP PDIP ke PN Jaksel. Dari 16 gugatan tersebut, 12 gugatan khusus untuk pemecatan sejumlah anggota PDIP dan empat gugatan terkait dengan PAW."Kami juga sudah melaporkan tindak pidana pencemaran nama baik yang dilakukan Megawati (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri) dan Pramono Anung (Sekjen PDIP)," katanya.Terkait recall yang menimpanya, Roy BB Janis mengatakan, tidak bisa dilakukan begitu saja. "Kalau mudah berarti sistem perundangan kita tidak jauh beda dengan tahun 1970-an dan 1980-an," katanya. Buntut recall yang diumumkan DPP PDIP beberapa waktu lalu, Janis mengaku hingga saat ini belum mendapat undangan ikut rapat fraksi di DPR. Umumnya setiap hari Jumat, fraksi-fraksi di DPR menggelar rapat internal."Kalau kami tidak diundang ya tidak datang. Yang jelas kami terus berusaha menunaikan tugas sebagai anggota dewan. Kami tetap merasa sebagai banteng merah, di sana banteng kuning," tegasnya.
(umi/)











































