DetikNews
Jumat 22 September 2017, 11:49 WIB

Polisi Tilang dan Sita Rotator Komunitas Pajero yang Lawan Arah

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Polisi Tilang dan Sita Rotator Komunitas Pajero yang Lawan Arah Irjen Royke Lumowa (Foto: Arief Ikhsanudin-detikcom)
Jakarta - Polisi menindak beberapa mobil dari Pajero Owners Community (POC) yang melawan arah Tol Cikampek dan videonya beredar di media sosial. Polisi juga menyita lampu rotator yang digunakan oleh komunitas mobil tersebut.

"Sudah (ditindak), tentu kita tilang. Bukan hanya sekedar tilang, alatnya kita sita juga, rotator," kata Kakorlantas Irjen Royke Lumawa di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Jumat (22/9/2017).



Royke menegaskan setiap kendaraan tidak diperbolehkan untuk melawan arus. Jika hal itu terjadi, petugas akan melakukan penindakan.

"Melawan arus pasti dilarang apapun dia. Mau roda dua atau empat. Kemarin yang viral sudah ditindak," tegasnya.

Sementara itu, Royke menerangkan lampu rotator tidak bisa sembarang digunakan oleh setiap pengendara. Hanya orang-orang tertentu saja yang diperbolehkan memasang lampu rotator.

"Kemudian lampu rotator ya. Bukan hari ini kita menindak itu, sudah dari awal bahwa memang rotator itu ada ketentuannya. Hanya untuk kendaraan tertentu saja," terangnya.

Lampu rotator ini, sambung Royke, bertujuan untuk memberikan prioritas bagi pengendara yang sedang berada dalam keadaan khusus. Prioritas ini tidak bisa diberikan kepada semua pengendara sebab akan menimbulkan kekacauan.

"Karena kalau itu diberlakukan untuk semua, ya kasihan dong. Ya namanya lampu rotator dan sirine kan untuk memberikan prioritas kalau semua diberi prioritas nanti seperti apa? Tidak ada pengaturan," tuturnya.



Polisi Tilang dan Sita Rotator Komunitas Pajero yang Lawan ArahViral komunitas Pajero lawan arah/ Foto: Instagram


Royke kemudian mencontohkan mobil yang diperbolehkan memasang rotator. Salah satunya adalah petugas reserse kepolisian bila terjadi suatu keadaan mendesak seperti ancaman bom atau perampokan di suatu daerah.

"Boleh saja. Kalau itu penegak hukum. Dia akan menuju TKP. Seorang reserse yang harus sampai ke tujuan dengan cepat. Di situ ada ancaman bom atau ancaman perampokan atau lain-lain. Dia butuh kecepatan tinggi dan lain-lain tapi harus dilengkapi dengan sirine dan rotator sehingga orang tahu itu kendaraannya," tuturnya.
(knv/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed