Keduanya naik ke panggung sambil memegang kertas bertuliskan puisi. Mereka juga berjalan menggunakan tongkat. Deni dan Anesia langsung membacakan puisi berjudul 'Jangan Lagi Yang Seperti Kami'. Kapolri Jenderal Tito Karnavian hingga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tampak saksama menyaksikan pembacaan puisi tersebut.
"Saudara-saudaraku. Sebangsa dan setanah air. Berikanlah pendengaranmu kepada kami. Suara kami ini untuk mengenang. Mereka yang mengalami kecelakaan di jalan-jalan," begitu penggalan puisi yang dibacakan keduanya, di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Jumat (22/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Anda mendapati seseorang dalam keadaan bahaya atau menjadi korban kecelakaan, segeralah ditolong. Segeralah menghubungi 119. Untuk mendapat arahan petugas atau bila memiliki keterampilan pertolongan pertama dapat mengevakuasi korban," sambungnya.
Anesia sempat menceritakan kejadian yang menimpanya beberapa tahun silam itu. Setelah pulang sekolah, dia menaiki motor bersama temannya di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur. Namun tiba-tiba dia mengalami kecelakaan karena menyalip kendaraan lain.
"Pulang sekolah naik motor saya, tabrakan waktu itu," katanya.
Pada saat itu, dia membonceng temannya. Akibat kecelakaan tersebut, dia dibawa ke rumah sakit dan sempat tidak sadarkan diri selama satu minggu.
"Tidak sadarkan diri satu minggu," tuturnya.
Dia dirawat selama sebulan di rumah sakit. Keputusan amputasi kaki pun harus dia terima.
"Kaki saya harus diamputasi, dan selama sebulan dirawat di rumah sakit," terangnya.
Karena itu, dia berpesan kepada setiap pengendara agar menaati arahan petugas. Dia juga meminta masyarakat melengkapi perlengkapan dalam berkendara.
"Agar hati-hati dalam berkendara, terutama dengan memakai helm dan alat lainnya. Biar nggak ada kejadian serupa," pesan Anesia. (knv/aan)











































