DetikNews
Jumat 22 September 2017, 10:21 WIB

Tak Rela Ditertibkan Satpol PP, Nenek Ini Nangis

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Tak Rela Ditertibkan Satpol PP, Nenek Ini Nangis Nenek pedagang minuman tak rela dagangannya diambil petugas Satpol PP. (Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Jakarta - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beserta Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Pusat melakukan penertiban dalam Bulan Tertib Trotoar (BTT) di wilayah Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Target utama dalam penertiban ini adalah pedagang kaki lima dan parkir liar di wilayah Pasar Senen dan sekitarnya.

Pantauan di lokasi, Jumat (22/9/2017), sekitar pukul 09.35 WIB, Satpol PP memulai penertiban di Jalan Kramat Raya sisi barat. Seorang penjual bubur yang membandel ditindak petugas dengan mengangkut gerobaknya. Kegiatan ini berlanjut di Jalan Stasiun Senen. Di sini pedagang minuman yang berjualan di atas trotoar ditertibkan.

Seorang nenek menangis karena barang dagangannya dibawa. Ia tidak terima karena Satpol PP kerap mengangkut barang dagangannya.

"Jangan dibawa Bapak, itu juga jualan nggak dibawa, punya saya dibawa terus," ucap seorang nenek sambil menarik-narik barang dagangannya.

Gerobak milik pedagang yang berjualan di trotoar diangkut Satpol PP.Gerobak milik pedagang yang berjualan di trotoar diangkut Satpol PP. (Cici Marlina Rahayu/detikcom)


Sempat terjadi tarik-menarik antara nenek tersebut dan petugas. Namun, setelah diberi pengertian, nenek tersebut memberikan dagangannya sambil menangis dan marah-marah.

"Semua dibawa, semua dibawa," kata nenek itu berurai air mata.

"Semua kami tertibkan," jawab Komandan Satpol PP Senen Eno Sunarya.

Hal serupa terjadi saat penertiban di depan Terminal Senen. Warga sekitar tidak terima mobil ambulans terkena operasi cabut pentil (OCP). Mobil tersebut berada di bahu jalan. Menurut Eno, hal itu tetap salah walau kendaraan tersebut mobil ambulans.

"Ada warga tidak terima, lalu timbul adu mulut itu, tapi sudah bisa kita atasi, tetap salah karena di bahu jalan," kata Eno.

Sementara itu, Camat Senen Munjir Munaji mengatakan pedagang yang sering terjaring BTT diharapkan bergabung dengan kios pedagang JP (Jakarta Pusat). Kecamatan Senen sendiri menyediakan 10 titik kios JP di seluruh wilayah Senen.

"Sering terjaring. Tapi bagaimana ya alasannya mereka mau jualan. Tapi sudah kita arahkan, supaya mereka lebih aman itu, gabung di JP kan, tertata rapi. Tapi di Senen ini memang sempit tidak ada lahan, sementara mereka kita harapkan ke JP, ada 10 JP di Senen," ujar Munjir.
(cim/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed