DetikNews
Jumat 22 September 2017, 02:01 WIB

Melihat Lebih Dekat Ritual Malam 1 Syuro di Keraton Yogyakarta

Edzan Raharjo - detikNews
Melihat Lebih Dekat Ritual Malam 1 Syuro di Keraton Yogyakarta BGK Mangkubumi melepas ribuan warga (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
Yogyakarta - Ritual lampah budaya 'topo bisu mubeng beteng' keraton Yogyakarta diikuti ribuan warga. Ritual ini selalu digelar setiap tahun pada malam 1 Syuro dalam penanggalan Jawa.





Warga yang mengikuti ritual topo bisu ini datang dari berbagai daerah bahkan dari luar DIY. Kali ini, ribuan warga dilepas oleh putri pertama Sri Sultan Hamengku Buwono X yaitu Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi dan kerabat keraton lainya.

Melihat Lebih Dekat Ritual Malam 1 Syuro di Keraton YogyakartaFoto: Edzan Raharjo/detikcom
Ritual dimulai dari Bangsal Ponconiti, Keben Keraton, kemudian tepat pada pukul 00:00 diawali dengan bunyi lonceng mulai berjalan dengan barisan paling depan para abdi dalem.

Dalam tradisi yang sudah berjalan ratusan tahun ini selama mengikuti ritual topo bisu warga dilarang berbicara. Dalam perjalanan mubeng beteng (mengitari beteng keraton) sekitar 5 kilometer, warga membaca doa-doa sesuai yang diinginkan.

Melihat Lebih Dekat Ritual Malam 1 Syuro di Keraton YogyakartaFoto: Edzan Raharjo/detikcom
GKR Mangkubumi menyampaikan salam dari ayahanda Sri Sultan HB X kepada semua warga. Gusti Mangkubumi berpesan agar semua warga semakin akrab dan solid. Dalam perjalanan warga diminta untuk tidak saling mendahului tetapi agar banyak berdoa dan instrospeksi.

"Untuk instrospeksi sendiri-sendiri mana yang sudah dilaksanakan atau belum mana yang baik mana yang tidak. Saya ucapkan terimakasih sudah bersama-sama melestarikan lampah budaya agar bisa lebih baik,"kata GKR Mangkubumi dalam bahasa Jawa saat melepas ribuan warga di Bangsal Ponconiti, Keraton Yogyakarta, Jumat (22/9/2017) dinihari.

Melihat Lebih Dekat Ritual Malam 1 Syuro di Keraton YogyakartaFoto: Edzan Raharjo/detikcom
GKR Mangkubumi menambahkan, dalam tradisi ini selama perjalanan tanpa berbicara. Intinya untuk instrospeksi diri dan meminta petunjuk dari Allah SWT agar ke depan lebih baik.

"Tradisi ini sudah lama, mungkin sejak sebelum Sultan HB I. Tradisi ini akan seterusnya kita lestarikan. Dalam kegiatan ini kita mengfokuskan diri pada hubungan kita dengan Tuhan,"kata GKR Mangkubumi.

Melihat Lebih Dekat Ritual Malam 1 Syuro di Keraton YogyakartaFoto: Edzan Raharjo/detikcom
Peserta topo bisu, Turyadi (58) dari Wonosobo Jawa Tengah mengaku datang bersama rombonganya dari Wonosobo sebanyak 10 orang untuk mengikuti ritual topo bisu. Ia dalam ritual ini berdoa agar mendapatkan keselamatan, rezeki lancar. Sebagai petani tembakau, ia berdoa agar hasilnya bisa bagus.

"Saya sudah 3 kali ini berturut-turut ikut topo bisu di Yogya. Saya berdoa diberi kesehatan, keselamatan dan kelancaran rezeki,"kata Turyadi di keraton Yogyakarta.
(rna/rna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed