DetikNews
Jumat 22 September 2017, 01:21 WIB

Laporan Dari Madinah

Pengalaman Berkesan Bambang Dibantu 4 Orang Dorong Kursi Roda Mertua

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Pengalaman Berkesan Bambang Dibantu 4 Orang Dorong Kursi Roda Mertua Bambang, mertua dan adik ipar di Paviliun Haji Indonesia Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah (Foto: Triono Wahyu Sudibyo/detikcom)
Madinah - Bambang Suryanto (63), jemaah asal Patikraja, Banyumas, bersyukur telah menuntaskan prosesi haji. Bahkan ia mendapatkan pengalaman mengesankan.

Ada 4 orang misterius yang membantunya mendorong kursi roda mertua. Begini cerita selengkapnya.

Bambang yang istrinya meninggal tahun 2011 lalu, berangkat haji bersama mertua, Siswati (73), dan adik ipar, Eni Dwi Setyati (54). Mertua Bambang hanya bisa duduk di kursi roda. Otomatis harus didorong.

"Mertua sakit stroke, tapi alhamdulillah tidak apa-apa selama haji," tutur Bambang di tengah proses pelepasan jemaah kelompok terbang (kloter) 48 embarkasi Solo (SOC 48) di Paviliun Haji Indonesia Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, Kamis (21/9/2017).

Pengalaman Berkesan Bambang Dibantu 4 Orang Dorong Kursi Roda MertuaFoto: Triono Wahyu Sudibyo/detikcom
Puncak haji, mulai wukuf di Padang Arafah hingga lempar jumrah, dilalui Bambang dengan lancar. Nah, pada saat tawaf wada' atau tawaf perpisahan (mengelilingi Kakbah 7 kali) di MAsjidil Haram yang dilakukan setelah prosesi haji, Bambang merasakan kesan mendalam. Karena situasi ramai jemaah, ia mengelilingi Kakbah di lantai 3.

Lantai 3 merupakan lantai teratas. Waktu mengelilingi Kakbah lebih lama dibanding lantai 1 atau 2 terkait jarak. Bambang pasrah dan bertekad menyelesaikan tawaf sambil mendorong mertua bergantian dengan adik iparnya.

"Tiba-tiba ada pemuda yang membantu mendorong. Alhamdulillah, mungkin ini pertolongan dari Allah," kata pensiunan guru SMP ini.

Usai tawaf, Bamnbang bergeser ke tempat sai (ritual berjalan kaki dan berlari kecil antara bukit Safa dan Marwah). Lagi, Bambang mendapat bantuan pria berwajah Pakistan. Kemudian saat sai, dia juga dibantu seorang pria. Praktis, tenaga Bambang tak terkuras untuk mendorong kursi roda mertua.

"Terakhir saya dibantu perempuan Arab saat sai. Dia mendorong kursi roda mertua," ungkap Bambang yang tak henti bersyukur pengalaman itu.

"Saya kasih uang, mereka nggak mau," kata pria beranak 6 ini.


Tahun ini merupakan pengalaman kedua Bambang berhaji. Pada kesempatan sebelumnya, dia seharusnya berangkat bersama istri. Namun Tuhan berkehendak lain. Istrinya meninggal karena sakit.

"Ini saya membadalkan haji istri," tutur Bambang dengan mata berkaca-kaca.

Tak ada lagi yang diburu Bambang saat ini. Ia mengaku ingin menikmati hidup. Anak-anaknya sudah besar dan tinggal di berbagai daerah. Paling kecil sekolah di SMA dan tinggal bersamanya.

Sebelum meninggalkan Paviliun Haji dan kembali ke Tanah Air, ia mengapresiasi pelayanan selama haji. "Tolong sampaikan ke petugas haji, terima kasih banyak. Semoga dapat balasan dari Allah SWT. Mohon doa juga, semoga saya dan keluarga selalu dalam lindungan-Nya," tutupnya.


Terdengar pengumuman via pengeras suara dari petugas haji. Jemaah SOC 48 diharapkan masuk ke bandara melalui terminal internasional. Bambang berkemas. Dua tangannya agak kerepotan menyeret 3 tas tenteng berbentuk koper sehingga dibantu petugas haji, sementara adik ipar mendorong kursi roda mertua.

Terlihat jelas raut bahagia di wajah Bambang, adik ipar, dan mertua. Mereka pulang ke Tanah Air dan segera bertemu keluarga. Tak hanya oleh-oleh, Bambang tentu akan berbagi cerita, termasuk di antaranya pengalaman berkesan dibantu 4 orang tak dikenal saat tawaf dan sai.
(try/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed