DetikNews
Kamis 21 September 2017, 23:18 WIB

IVID, LSM Pengawas Pemilu Berlogo Keledai

Audrey Santoso - detikNews
IVID, LSM Pengawas Pemilu Berlogo Keledai Foto: Audrey Santoso/detikcom
Jakarta - Tokoh dan pegiat pemilu berkumpul di Gedung Joeang untuk menghadiri launching lembaga swadaya masyarakat (LSM) Indonesia Voter Initiative for Democracy, atau yang disingkat IVID. Uniknya, inisiator IVID memilih keledai untuk dijadikan logo lembaga mereka.

"IVID ini berangkat dari keprihatinan. Kalau tahun 1999, kita jadi pemantau pemilu itu karena kerelaan kita, jadi betul-betul partisipasi. Sekarang lebih banyak orang terlibat pemilu karena mobilisasi dari pada partisipasi," kata Pendiri IVID, Rikson Nababan, dalam sambutannya di acara Pengenalan IVID di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/9/2017).

"Artinya sekarang orang mau jadi saksi di TPS, mau terlibat kegiatan pemantauan pemilu, itu perlu didorong-dorong atau kalau tidak karena kepentingan. Dulu, kami jadi pemantau karena kesadaran kami pentingnya pemilu yang baik," sambung Rikson.

Rikson menerangkan tujuan hadirnya IVID adalah memberi gagasan, pemikiran alternatif, ide-ide mengenai penyelenggaraan pemilu. Rikson pun dengan bangga menjelaskan alasan IVID memilih keledai dalam logo mereka. Menurutnya keledai adalah hewan yang tulus dan pekerja keras.

"Gambar keledai ini punya makna. Keledai itu binantang paling tulus, pekerja keras dan tidak milih-milih pekerjaan. Artinya yang namanya keledai nggak pilih-pilih, nggak seperti kuda. Secara fisik, keledai punya telinga lebih panjang dari pada mulutnya, artinya kita lebih akan banyak mendengar," terang Rikson.

"Kita ingin dengar misalnya masyarakat mau pemilu seperti apa, kekurangannya pemilu itu apa," imbuh dia.

Pejabat instansi pemilu yang hadir dalam acara ini antara lain Ketua KPU RI Arief Budiman, Komisioner KPU DKI Dahlia Umar dan Muhammad Fadlillah serta Mochammad Sidik, lalu Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti.

"(Lahirnya IVID) Ini cukup menyenangkan, membuat kita (KPU) harus mampu dan makin terbuka karena ada partner-partner baru dalam menyelenggarakan proses pemilu yang lebih baik. KPU makin merasa senang kalau makin banyak partner penyelenggara pemilu, dimana diharapkan bisa memperbaiki proses pemilu di masa yang akan datang," ungkap Arief dalam sambutannya.

Arief berharap kinerja KPU dapat semakin baik dengan adanya lembaga-lembaga pengawas pemilu swasta.

"Masukan saran dan kritik tentu kami (KPU) harapkan. Itu membuat KPU harus kerja cermat, cepat dan hati-hati dan teliti. Kalau tidak ada yang beri masukan, kadang KPU kurang cermat, cepat, hati-hati dan teliti," tutur Arief.
(aud/rna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed