Mbak Ati, Sekretaris Kontras Diancam Dibutakan Matanya

Mbak Ati, Sekretaris Kontras Diancam Dibutakan Matanya

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2005 16:23 WIB
Jakarta - Teror kasus Munir muncul lagi. Kali ini korbannya Haryati yang biasa dipanggil Mbak Ati. Mbak Ati adalah Sekretaris Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras).Ancaman itu bermula pada Selasa (17/5/2005). Saat di kantor, Mbak Atik mengangkat telepon dari orang yang tak menyebut identitasnya. Penelepon bersuara pria itu terus-menerus menguber Atik dengan pertanyaan.Pertama, penelepon itu menanyakan Usman Hamid, Koordinator Kontras. Ati menjawab, tidak ada. Orang itu lalu menanyakan nomor telepon Usman, Ati menjawab, tidak tahu. Lalu orang itu beralih bertanya soal Suciwati, janda Munir."Apa Suci masih tinggal di Bekasi?" Ati menjawab, masih, karena Suci memang tinggal di sana. Orang itu lalu minta nomor telepon dan alamat Suci. Ati mengaku tak tahu.Tapi entah ilmu apa yang dipakai penelepon itu, Ati terus melayani telepon pria itu. Bahkan Ati memberikan nomor telepon rumahnya. Setelah perbincangan berakhir, Ati tersadar dia telah melakukan kesalahan besar karena membagi nomor telepon rumahnya. Ati sontak menduga hal ini terkait dengan telepon gelap kemarin.Setiba di rumah, Ati diberitahu ayahnya bahwa ada orang asing yang menelepon mencarinya. Telepon itu diangkat oleh ayahnya langsung. Setelah diberitahu Ati tidak ada di rumah, penelepon mengeluarkan ancaman. "Anak Anda akan saya butakan matanya. Di sini sudah ada uang Rp 200 juta untuk itu."Mendengar ancaman ini, ayah Ati marah. "Kenapa ngancam anak saya? Anak saya nggak salah apa-apa!" tantangnya. Si penelepon menjawab,"Anak Anda memecah belah NKRI." Saking marahnya, ayah Ati menutup telepon seketika.Ancaman pada orang Kontras dan afiliasinya sering terjadi, terlebih setelah penyelidikan kasus kematian Munir.Pada awal Mei 2005, istri almarhum Munir, Suciwati, dan Sekretaris Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir yang juga Koordinator Kontras, Usman Hamid, diteror lewat surat. Surat teror kepada dua orang dekat Munir itu dikirim ke kantor Kontras.Surat teror itu ditulis tangan dengan tinta hitam dan huruf kapital. Penerornya mengaku bernama azahari@plasa.com. Surat warna merah menyala bertanggal 27 April 2005 dan berstempel 4 Mei 2005 itu dikirim melalui jasa PT Pos Indonesia.November 2004, Suciwati juga pernah diteror. Saat itu, dia dikirimi ayam busuk. (nrl/)


Berita Terkait