Acara digelar di masjid lingkungan sekolah dengan peserta siswa SMK Muhammadiyah 1 Depok dan siswa SMP 8 Muhammadiyah Depok. Acara berlangsung dari pukul 21.24 WIB, Rabu (20/9/2017) dan selesai pukul 00.15 WIB, Kamis (21/9).
Banyak yang tidur-tiduran saat nonton. (Samsdhuha Wildansyah/detikcom) |
Saat pemutaran film baru dimulai, siswa sangat antusias. Sekitar satu jam film berlangsung, banyak siswa SMP maupun SMK yang pulas tertidur. Tapi masih ada juga yang antusias menonton.
Maulana Zaki, siswa kelas X SMK Muhammadiyah 1 Depok, mengaku mengantuk saat menonton film tersebut. "Kurang tahu detailnya. Tadi saya ngantuk, jadi nggak terlalu perhatiin filmnya. Yang paling membekas itu saat pembunuhan tujuh jenderal," ujar Maulana di SMK Muhammadiyah 1 Depok, Kamis (21/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagus filmnya, biar orang tahu sejarah PKI gimana. Jadi buat warning saja, takut ada PKI muncul lagi. Kayak jenderalnya, tokoh PKI-nya. Jadi kita tahu jenderal siapa dan tokoh PKI siapa dan maksudnya apa. Kalau jenderal yang paling (bikin) berkesan Ahmad Yani," kata Ramdhan.
Guru SMK Muhammadiyah 1 Depok, Lutfi, tak memungkiri banyak siswanya yang tertidur saat menyaksikan film tersebut. Ia menjelaskan faktor yang membuat siswa mengantuk adalah aktivitas siswa dari pagi mengikuti lomba dan dilanjutkan dengan nobar hingga tengah malam.
"Kalau antusias karena memang mereka dari pagi sudah mulai aktivitas lomba-lomba, jadi mereka ngantuk," ujar Lutfi.
Lutfi setuju jika film ini dibuat ulang dengan kualitas gambar yang lebih baik. Sehingga generasi muda lebih antusias melihatnya.
"Setuju saja asal film itu sesuai fakta. Kan filmnya, dari kualitas gambar sudah buruk karena dari download. Nah, kalau (film produksi) baru, kan enak ditontonnya," ujar Lutfi. (bag/bag)












































Banyak yang tidur-tiduran saat nonton. (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)