DetikNews
Kamis 21 September 2017, 00:00 WIB

Gedung Madrasah di Lhokseumawe Terbakar, Warga Sempat Panik

Datuk Haris Molana - detikNews
Gedung Madrasah di Lhokseumawe Terbakar, Warga Sempat Panik Kebakaran madrasah ibtidaiah negeri di Lhokseumawe (Datuk Haris Molana/detikcom)
Lhokseumawe - Gedung Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 3 Kutablang, Kota Lhokseumawe, hangus terbakar. Gedung sekolah itu berdekatan dengan permukiman warga.

"Kejadiannya begitu cepat. Menurut keterangan saksi, api muncul dari lantai dua gedung tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Budi Nasuha Waruwu kepada detikcom, Rabu (20/9/2017) malam.

Kejadian tersebut sempat membuat masyarakat panik. Sebab, posisi gedung sangat berdekatan dengan rumah warga lainnya. Puluhan mobil pemadam kebakaran langsung meluncur ke lokasi dan berhasil memadamkan api 2 jam kemudian.

Budi menjelaskan, kebakaran yang terjadi pada pukul 18.15 WIB itu dilihat pertama kali oleh warga. Saat itu warga melihat api membesar dari ruangan perpustakaan di lantai dua gedung.

Menurut saksi, Mustafa (45), selaku tukang cat sekolah itu, mencium bau seperti kabel terbakar pada Minggu (17/9). Kemudian di ruangan kelas V, lantai 1, dia bersama anaknya malah menemukan breaker listrik sudah meleleh dan langsung memberitahukan kepada wakil kepala sekolah. Setelah itu pada hari Senin (18/9) pihak Sekolah menghubungi PLN untuk memperbaiki breaker yang terbakar tersebut.

Tadi sore sekitar pukul 15.00 WIB, penjaga sekolah bernama Heri Darmawan sempat melihat api di kamar mandi sekolah. Para siswa yang juga mengetahui hal tersebut langsung melaporkannya ke pihak sekolah. Api diduga berasal dari korsleting listrik di atas plafon kamar mandi.

Pihak sekolah memadamkan api dengan menyiramnya dan memotong kabel yang diduga menjadi penyebab kebakaran tersebut. Sekitar pukul 18.15 WIB, saat kondisi sekolah sudah sepi, api kembali terlihat dari lantai 2 ruangan perpustakaan dan tampak sudah membesar.

"Kepala sekolahnya, Husni Kasim, sekitar pukul 18.00 WIB masih berada di sekolah, namun tidak melihat adanya tanda-tanda kebakaran dan mengetahui kebakaran itu saat diberitahukan oleh bawahannya," sebut Budi.

Budi menyebutkan, hingga saat ini petugas terus menyelidiki kasus kebakaran tersebut. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

"Ada beberapa ruangan terbakar, seperti ruangan kepala sekolah, ruangan perpustakaan, ruangan guru, dan beberapa kelas. Kita sedang olah TKP dan memeriksa berbagai saksi," tambah Budi.
(bag/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed