Pantauan detikcom di lokasi Rabu (20/9/2017) pada pukul 19.15 WIB, kendaraan stuck di persimpangan ini. Kemacetan terjadi dari sejumlah arah, baik dari arah Matraman menuju Salemba maupun sebaliknya.
Mobil pemadam kebakaran terjebak di simpang Jalan Slamet Riyadi, Matraman. (Nugroho/detikcom) |
Kendaraan yang saling serobot dan tak mau mengalah menambah kemacetan di persimpangan ini. Lampu pengatur lalu lintas yang terpasang juga tak berfungsi. Ditambah lagi galian proyek yang berada di sepanjang Jalan Matraman Raya menuju Salemba membuat jalan menyempit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu lintas di simpang Jalan Slamet Riyadi, Matraman, semrawut. (Nugroho/detikcom) |
"Macet mulai sore, tapi hari ini macetnya parah, nggak kayak biasanya," ujar Wawan, seorang pedagang kepada detikcom di lokasi.
Parahnya lagi, mobil pemadam kebakaran yang melintas juga ikut terjebak macet. Terlihat ada tiga unit mobil pemadam kebakaran yang baru saja keluar dari Pos Matraman dan hendak meluncur ke lokasi kebakaran di kawasan Makasar, Jaktim, sempat terjebak kemacetan.
"Iya, tadi keluar pos kita terjebak macet, tapi setelah itu lancar. Ada kebakaran di wilayah Makasar," kata Kasi Pengendali dan Pengawas Sudin Penanggulangan Kebakaran Jakarta Timur, Gatot Sulaiman, saat dimintai konfirmasi.
Lalu lintas di simpang Jalan Slamet Riyadi, Matraman, semrawut. (Nugroho/detikcom) |
Sementara itu, tidak terlihat petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas di persimpangan ini. Hanya ada beberapa warga yang rela turun tangan membantu mengurai kemacetan.
Selepas simpang Slamet Riyadi dari arah Matraman menuju Salemba, arus lalin kembali lancar. Sedangkan arah sebaliknya, yang menuju Jatinegara, kemacetan terjadi lantaran ada proyek pembangunan jembatan kereta api double double track (DDT). (idh/idh)












































Mobil pemadam kebakaran terjebak di simpang Jalan Slamet Riyadi, Matraman. (Nugroho/detikcom)
Lalu lintas di simpang Jalan Slamet Riyadi, Matraman, semrawut. (Nugroho/detikcom)
Lalu lintas di simpang Jalan Slamet Riyadi, Matraman, semrawut. (Nugroho/detikcom)