DetikNews
Rabu 20 September 2017, 19:40 WIB

Jaksa Tanya Arahan Mendes ke Sekjen soal Opini WTP

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jaksa Tanya Arahan Mendes ke Sekjen soal Opini WTP Mendes Eko bersaksi di sidang kasus suap opini WTP. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Jaksa pada KPK mencecar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo soal adanya arahan kepada Sekjen Kemendes Anwar Sanusi untuk mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Eko mengaku menyampaikan agar kementeriannya mendapat hasil terbaik.

"Pernah ada penyampaian kepada Sekjen untuk dapat WTP?" tanya jaksa pada KPK Muhammad Takdir di PN Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (20/9/2017).

"Ya saya mau kementerian kita yang terbaik. Terbaik WTP ya, WTP. Kita lakukan yang terbaik. Saya lupa, mungkin WTP ada," jawab Eko.

Eko, yang hadir sebagai saksi untuk eks Irjen Kemendes Sugito, mengaku lupa apakah arahannya ke Anwar itu menyinggung soal WTP. Dia meminta jaksa untuk mengingatkannya.

"Nggak inget. Mungkin iya, lebih baik Saudara bantu ingatkan saya daripada Saudara maksa saya ingat WTP," kata Eko.

Takdir kemudian membacakan dokumen risalah rapat tentang ekspose evaluasi program dan kegiatan Dirjen PDTT anggaran 2016. Dia kemudian membacakan kutipan arahan dari Anwar yang ditujukan ke pejabat Kemendes.

"Kutipan Pak Sekjen menyebutkan, 'Sesuai arahan Pak Menteri, kita sudah melakukan perubahan dan cukup optimis,'" kata Takdir membacakan dokumen tersebut.

"Ya optimistis nggak ada salahnya, ya benar," kata Eko.

Eko kemudian membaca dokumen yang ditunjukkan jaksa. Dia menyebut sebagai pimpinan wajar saja jika dia meminta hasil terbaik.

"Karena saya mengelola perusahaan sudah sering, Pak. Kalau Bapak jadi pimpinan, mau yang terbaik," kata Eko.

Kemudian Takdir membacakan poin ketiga isi risalah rapat yang berlangsung pada 20 Januari 2017. Takdir menanyakan soal makna mission: impossible dalam arahan itu.

"Siapa yang bilang mission: impossible. Saya nggak pernah ngomongin mission: impossible. Di dunia ini tidak ada yang impossible asal kita mau belajar dan bekerja," jelas Eko.

Berikut beberapa arahan dari Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi dalam notulen yang ditunjukkan jaksa pada KPK dalam persidangan:

1. Sesuai arahan Pak Menteri bahwa kita sudah melakukan perubahan dan cukup optimis dari perubahan tersebut hasilnya WTP. Fungsi kita sebagai unit yang melaksanakan fungsi manajemen dan fungsi pengawasan ini yang harus betul-betul mengawal kegiatan dan program yang berjalan.

2. Dan kita masih dihadapkan pada persoalan-persoalan pengelolaan kegiatan apalagi pengelolaan anggaran. Terutama kegiatan-kegiatan yang selama dua tahun ini belum sinkron dengan renstra yang sudah ada, maka itu mulai tahun ini Pak Menteri meminta ada satu unit khusus untuk me-review kegiatan tersebut dan meminta Pak Irjen agar dilibatkan. mulai dari perencanaan dan terwujud di RKA K/L.

3. Kemarin kita sudah WDP namun tidak usah kita ungkapkan energi yang kita keluarkan sangat luar biasa untuk bisa mencapai opini WDT tersebut. Namun jika kita terbiasa tertib, maka tidak akan terasa berat namun jika tidak terbiasa maka akan kesusahan. Keinginan Pak Menteri harus kita kawal artinya begini bapak2/ibu2, kita jangan menyerah dulu sebelum permainan selesai, walaupun sepertinya misi kita ini adalah mission: impossible namun kita ada di sini untuk menyelesaikan masalah itu. Kita jangan berhenti sampai masalah selesai.

4. Sebelum kita dievaluasi orang lain, kita harus melakukan self correction sehingga kita bisa memperbaiki kesalahan kita. Semua hasil evaluasi tersebut strictly confidential hanya untuk konsumsi Pak Irjen, Pak Sekjen, Bapak dan Ibu yang ada di ruangan ini.


(ams/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed