DetikNews
Rabu 20 September 2017, 19:30 WIB

Siapa Aktivis 98 yang Dimaksud Mahfud MD sebagai Koruptor

Erwin Dariyanto - detikNews
Siapa Aktivis 98 yang Dimaksud Mahfud MD sebagai Koruptor Mahfud MD (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyebut ada orang yang dulu galak menurunkan Presiden Soeharto kini justru berada di barisan pendukung atau pelaku tindak pidana korupsi. Padahal salah satu alasan Soeharto layak diturunkan adalah maraknya praktik korupsi saat dia berkuasa.

Hal itu dikatakan Mahfud dalam akun Twitter-nya @mahfudmd pada Senin, 18 September 2017. Dimintai konfirmasi Rabu (20/9/2017) petang, Mahfud mengaku tak menyindir atau menuduh siapa pun dalam cuitannya tersebut.

Baca juga: Mahfud MD: Banyak yang Galak Jatuhkan Soeharto Kini Jadi Koruptor

Dia menyebut ada sejumlah orang aktivis 1998 yang dulu galak menurunkan Soeharto saat ini dipenjara karena kasus korupsi. "Saya nggak nyindir siapa pun. Sudah ada kan yang dipenjara di Sukamiskin, di Sidoarjo. Belum yang jadi 'pasien' bolak balik," kata Mahfud.

Pakar hukum tata negara ini menegaskan apa yang dia cuitkan di Twitter pada Senin lalu bukan hal baru. Dia pernah menulisnya dalam sebuah makalah. Dalam makalah tersebut dia menyebut ada empat penyebab munculnya koruptor baru.

Pertama, saat ini bangsa Indonesia hanya memotong puncak gunung es dari perilaku korup. Kedua, banyak 'pemain' baru yang hanya memanfaatkan kesempatan berkuasa untuk gantian melakukan korupsi.

Berikutnya adalah banyak pemain lama yang membubarkan diri dan bergabung dengan kekuatan baru, kemudian korupsi. Terakhir pemain lama yang mendirikan kekuatan barunya kembali atas nama reformasi.

"Saya bicara fakta," kata Mahfud.

Baca juga: Debat Fahri Vs Mahfud MD di Twitter, dari OTT hingga Gantian Korupsi

Seperti diketahui cuitan Mahfud MD itu mendapat respons dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. "Bagaimana bisa bikin kesimpulan dangkal begini, Prof? Serang idenya prof, jangan serang pribadi orang.." tulis Fahri di akun Twitter @fahrihamzah.




(erd/jat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed