"Ya setuju-setuju saja, tidak apa-apa, nonton-nonton aja," ungkap Deddy kepada wartawan di SMKN 1 Garut, Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (20/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada batasan umur, karena ada sadisnya anak-anak tidak boleh (nonton). Itu buat orang dewasa," katanya.
Deddy juga mengaku setuju bila film tersebut diputar di televisi. "Kalaupun toh ingin tayang di tv boleh, tapi larut malam (waktunya). Jadi kan anak kecil sudah tidur," ungkap Deddy.
Selain itu, Deddy juga mengutarakan pendapatnya terhadap protes dari sebagian kalangan yang mengecam nilai sejarah di dalam film tersebut.
"Kalau nanti ada penafsiran lagi, silahkan bikin lagi filmnya, jangan filmnya dihujat. Sejarah kan berkembang," tegasnya.
Dia menilai film tersebut juga itu berdasarkan fakta dan data-data hasil penelitian.
"Tapi saya fikir seorang Arifin C. Noer memiliki integritas yang tinggi dalam membuat film, tidak mungkin sembarangan. Ada tafsiran-tafsiran yang berdasarkan kajian," pungkasnya.
(ern/rvk)










































