"Ya pokoknya jangan kita bicara itu lagi, itu pelajaran, tutup buku, mari kita ke depan jangan inilah, HAM-lah, apa dibubarkan, ini memancing-mancing namanya, nggak boleh, udah diam semua, tutup buku buat yang baru," kata Menhan Ryamizard di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (20/9/2017).
Menhan Ryamizard menjelaskan tidak perlu membahas mengapa PKI dibubarkan. Menurutnya, yang namanya pemberontakan, itu sudah pasti salah.
"Sudahlah biarkan saja yang dulu-dulu sudah. Yang berontak itu pasti salah, jadi nggak usah dihadapkan benar-benaran lagi kita kalau diungkit-ungkit ada reaksi lain," ucap Ryamizard.
Ryamizard menjelaskan sudah bukan saatnya sibuk mengungkit masalah PKI yang bisa menimbulkan reaksi di masyarakat. Menurutnya, lebih penting membicarakan hal-hal yang bisa membangun bangsa ini.
"Kalau (mau) nggak ada reaksi, sudah nggak usah diungkit-ungkit, kita bangun bangsa ini dan negara ini. Kamu kan senang kalau negara ini bagus? Saya malas, bosan, ribut-ribut nggak jelas," ungkapnya. (rvk/rvk)











































