Ditahan AS, 8 Wartawan Irak Tidak Diketahui Keberadaannya

Ditahan AS, 8 Wartawan Irak Tidak Diketahui Keberadaannya

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2005 14:50 WIB
Jakarta - Nasib delapan wartawan Irak yang ditahan pasukan AS dan Irak hingga kini masih tanda tanya. Keberadaan mereka belum diketahui.Badan Komite Perlindungan Jurnalis atau Committee to Protect Journalists (CPJ) mendesak penjelasan dari pasukan militer AS dan Irak mengenai keberadaan para nyamuk pers itu. Mereka ditahan sejak Maret 2005 lalu.CPJ menyerukan pejabat-pejabat AS dan Irak untuk secara terbuka menjelaskan dasar penahanan ke delapan wartawan itu. Demikian seperti diberitakan situs Aljazeera.com, Kamis (19/5/2005)."Kami sangat memprihatinkan sifat penahanan ini dan prihatin karena jurnalis-jurnalis ini ditahan semata-mata karena melakukan pekerjaan mereka," cetus Direktur Eksekutif CPJ, Ann Cooper. "Pejabat AS dan Irak harus menjelaskan basis penahanan ini segera," imbuhnya. Juru bicara militer AS, Letkol Steve Boylan mengatakan bahwa para pekerja media itu mendatangkan risiko keamanan bagi rakyat Irak dan pasukan koalisi. Kedelapan jurnalis itu bekerja untuk sejumlah organisasi berita Barat. Dua orang di antaranya bekerja untuk kantor berita terkemuka AFP. Hingga kini tidak satu pun dari mereka yang dikenai tuduhan. Namun meski begitu, mereka belum juga dibebaskan. Pejabat-pejabat AS kerap menuding bahwa beberapa wartawan Irak bekerja sama dengan para pejuang anti-pendudukan. (ita/)


Berita Terkait