DetikNews
Rabu 20 September 2017, 13:26 WIB

Komitmen RI-Selandia Baru Kuatkan Sinergi Penanganan Bencana

Jabbar Ramdhani - detikNews
Komitmen RI-Selandia Baru Kuatkan Sinergi Penanganan Bencana Foto: Pertemuan Dubes Tantowi Yahya di Natural Hazards Inc/Istimewa
Jakarta - Indonesia dan Selandia Baru telah menjalin kerja sama dalam hal penanganan bencana. Komitmen itu kian diteguhkan.

Pemangku kepentingan di Selandia Baru berkomitmen terus mendukung upaya Indonesia untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemerintah dalam hal penanganan bencana. Sejumlah lembaga penelitian, universitas, kalangan bisnis, dan lembaga bantuan teknis melakukan pertemuan untuk membicarakan peningkatan kerja sama RI-Selandia Baru di bidang penanggulangan bencana.

Pada pertemuan yang diselenggarakan oleh Natural Hazards Inc--asosiasi pemangku kepentingan yang bergerak di bidang-bidang terkait dengan penanganan bencana alam--, Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan di Selandia Baru atas dukungan dan kerja sama selama ini.

"Pengurangan risiko dan manajemen bencana telah menjadi prioritas pembangunan dalam Rencana Pembanguan Jangka Menengah 2015-2019 oleh Pemerintahan Presiden Jokowi," kata Tantowi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/9/2017).

Ahli-ahli Selandia Baru telah terlibat dalam penanganan bencana di Indonesia sejak bencana tsunami Aceh tahun 2004 serta beberapa bencana besar lain seperti gempa Padang dan Jogjakarta. Wilayah Indonesia dan Selandia Baru merupakan bagian dari daerah Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire yang memiliki banyak gunung berapi dan rawan akan gempa. Kedua negara sama-sama aktif dalam berbagai program peningkatan kapasitas penanggulangan bencana baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Kami sangat mendorong peningkatan kerja sama Indonesia dan Selandia Baru dalam rangka memperbaiki kualitas sistem penanganan bencana. Para ahli-ahli disaster risk reduction kedua negara dapat saling bertukar ilmu dan mengambil pelajaran dari bencana-bencana yang terjadi selama ini di kedua negara," kata Dubes Tantowi.

"Selain dengan pemerintah dan akademisi, pihak parlemen juga perlu dilibatkan dalam penguatan kerja sama tersebut. Hal ini mengingat isu penanggulangan bencana melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan meliputi berbagai aspek termasuk aspek legislasi" lanjut Tantowi.

Berbagai kerja sama antara Indonesia dan Selandia Baru telah diselenggarakan termasuk program StIRRRD (Strengthening Indonesian Resilience: Reducing Risk from Disaster) yang melibatkan Universitas Gadjah Mada, Universitas Andalas, Universitas Bengkulu, Universitas Tadulako, dan Universitas Mataram.

Program Bantuan Teknis selama 5 tahun ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah lokal dalam penanganan bencana, termasuk pengurangan resiko bencana. 10 kabupaten dan kota di Bengkulu, Sulawesi Tengah, NTB, dan Sumatera Barat mendapat pelatihan teknis termasuk penyusunan rencana aksi pengurangan resiko bencana.

Hasil yang diperoleh pemerintah kota dan kabupaten tersebut dari program yang telah berjalan selama tiga tahun ini antara lain meningkatnya kualitas peraturan daerah dan menurunnya belanja terkait pengurangan resiko, pendirian lembaga penelitian manajemen resiko bencana, serta masuknya penanganan bencana dalam kurikulum sejumlah universitas setempat.

Selain itu, Selandia Baru juga memberikan bantuan dalam pengembangan Indonesia National Disaster Response Framework bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB).

Selandia Baru memiliki sejumlah teknologi yang dapat mendukung pengurangan resiko bencana seperti gempa bumi dan tsunami. Teknologi ini sudah digunakan di berbagai negara termasuk Indonesia. Salah satu yang teknologi unggulannya adalah sistem base isolation untuk mengurangi dampak gempa pada gedung tinggi. Tekonologi yang dikembangkan oleh perusahaan di Selandia Baru ini akan digunakan dalam proyek Light Rail Transit (LRT) di Jakarta. Ke depannya diharapkan lebih banyak gedung publik di Indonesia dapat memanfaatkan teknologi ini dalam rangka mengurangi dampak gempa.
(fjp/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed