"Tujuannya untuk mencerdaskan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita-berita hoax yang ada di media sosial," ujar Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta kepada detikcom, Rabu (20/9/2017).
Perkembangan media sosial tidak hanya memberikan manfaat positif, tapi juga berdampak negatif. Salah satunya, yang terjadi saat ini, banyak akun di media sosial yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan berita kebohongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Istimewa |
Karena itu, Polres Balikpapan mengajak masyarakat melawan berita hoax ini dengan menggelar lomba videogram. Harapannya, masyarakat pengguna media sosial lebih cerdas dalam menerima informasi yang ada di media sosial.
"Karena sering kali berita hoax ini menimbulkan perpecahan antarbangsa. Masyarakat lebih mudah terprovokasi dengan berita bohong, nah kita tidak ingin itu terjadi," sambungnya.
Lomba ini dibuka sejak 6 September 2017 dan ditutup pada 19 September 2017. Sudah ada 450 lebih netizen dari Sabang sampai Merauke yang mengirimkan videogram antihoax.
"Masyarakat bisa melihat video hasil karya anak bangsa di Instagram dengan cara mengetik tagar Indonesia Antihoax (#indonesiantihoax) atau #daribalikpapanuntukindonesia," imbuhnya.
Polres Balikpapan akan mengumumkan pemenangnya di malam grand final pada 23 September 2017. Polres Balikpapan telah menyiapkan hadiah untuk juara I-III dan untuk pemenang harapan I-IV.
"Yang terpilih akan diterbangkan pulang pergi ke Balikpapan dan juga akomodasi hotel secara gratis," lanjutnya.
Tidak hanya itu, Polres Balikpapan juga mengajak pelajar di Balikpapan mengkampanyekan gerakan antihoax ini dengan menggelar lomba yel-yel antihoax.
Ada 3.000 pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) yang akan menggaungkan yel-yel antihoax untuk memeriahkan malam grand final perlombaan tersebut. (mei/fdn)












































Foto: Istimewa