DetikNews
Rabu 20 September 2017, 12:39 WIB

Keterangan Berubah-ubah, Bos Saracen Jalani Tes Kejiwaan

Mei Amelia R - detikNews
Keterangan Berubah-ubah, Bos Saracen Jalani Tes Kejiwaan Jasriadi dibawa ke RS Polri. (Amel/detikcom)
Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mem-bon Jasriadi, tersangka kasus Saracen, dari Rutan Mapolda Metro Jaya. Jasriadi dibawa untuk pemeriksaan kejiwaan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Jasriadi dibawa dua penyidik Bareskrim dari Rutan Narkoba Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (20/9/217). Dia mengenakan kemeja berwarna biru dan celana jins dengan sandal jepit sambil menggendong tas ransel.

Jasriadi tidak diborgol saat dibawa penyidik. Seorang penyidik tampak merangkul pundak Jasriadi ketika menggiringnya ke mobil penyidik.

"Nggak tahu kenapa. Saya juga nggak tahu," kata Jasriadi saat ditanya alasan dirinya dibawa ke RS Polri.

Keterangan Berubah-ubah, Bos Saracen Jalani Tes KejiwaanJasriadi dibawa ke RS Polri. (Amel/detikcom)




Tampaknya Jasriadi dibawa ke RS Polri bukan karena sakit. Sebab, Jasriadi sendiri mengaku kondisinya sehat.

"Iya sehat," ucap Jasriadi.

Sementara itu, seorang penyidik yang membawanya mengkonfirmasi bahwa Jasriadi akan dibawa ke RS Polri.

"Iya ini tersangka Jasriadi mau dibawa ke RS Polri," ucap penyidik tersebut.





Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengatakan Jasriadi dibawa ke RS Polri untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan atau psikologis. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan karena keterangan Jasriadi selalu berubah-ubah.

"Untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan atau psikologi, sebab dalam proses penyidikan dan pemeriksaan, khususnya kepada yang bersangkutan, karena jawaban atas pertanyaan penyidik tidak konsisten, selalu berubah-ubah," ucap Fadil saat dimintai konfirmasi detikcom.

Sementara itu, Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar menjelaskan pihaknya membutuhkan keterangan dokter apakah ketidakkonsistenan Jasriadi karena masalah psikologis atau hanya berkelit untuk mempersulit penyidik.

"Sehingga penyidik perlu mengetahui apakah perilaku tersebut berkaitan dengan kondisi riil kejiwaan atau karena atas usaha tersangka untuk berkelit atau mempersulit proses sidik," ujar Irwan saat dimintai konfirmasi terpisah.

Video 20detik: Perintah Kapolri Sikat Habis Saracen
(mei/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed