Keluarga Sandera WNI di Filipina Curhat di Kontras

Keluarga Sandera WNI di Filipina Curhat di Kontras

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2005 13:54 WIB
Jakarta - Pemerintah dinilai pilih kasih dalam upaya pembebasan sandera. Keluarga 3 sandera di Filipina menilai pemerintah lambat membebaskan sandera.Hal ini diungkapkan keluarga sandera Filipina di kantor Kontras, Jl Borobudur, Jakarta, Kamis (19/5/2005). Turut hadir Ramlah, istri Yamin Labuso,Hariyadi, kakak dari Ahmad Resmiadi dan Parulian Hutagaol, kakak dari sandera Erikson Hutagaol.Sikap pilih kasih pemerintah tercermin dari tanggapnya upaya pembebasan TKW di Irak, yakni Casingkem dan Istiqomah. Pemerintah juga gesit membebaskan wartawan Metro TV Mutia Hafid dan Budiyanto di Irak."Kami ingin ingatkan kembali bahwa anggota keluarga kami telah disandera 49 hari oleh penyendera. Kami hingga kini tidak tahu motifnya," kata Hariyadi.Menurut dia, pihak keluarga menilai pemerintah lamban dalam bertindak. "Kami justru tahu penyanderaan itu dari media massa. Berdasarkan informasi, Resmiadi dan Erikson jatuh sakit," ujarnya.Untuk itu, keluarga korban mendesak pemerintah lebih keras dan tidak lamban dalam membebaskan sandera.Ahmad Resmiadi (32) asal Jakarta, Erikson Hutagaol asal Porsea, dan Yamin Labuso (26) asal Ternate disandera sejak 30 Maret 2005 oleh kelompok yang mengklaim diri mereka sebagai Jammi Al Islamiah Mindanao Selatan yang disebut-sebut merupakan bagian dari kelompok Jamaah Islamiyah. Presiden SBY telah meminta Presiden Arroyo untuk membantu membebaskan ketiga WNI itu.Ketiga sandera itu merupakan awak kapal berbendera Malaysia. Penyandera meminta tebusan kepada pemerintah Malaysia sebanyak 3 juta Ringgit dan kepada Indonesia sebanyak 100 ribu Peso. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads