Jelang Vonis Corby, Polri Minta AFP Perketat Keamanan KBRI
Kamis, 19 Mei 2005 13:48 WIB
Bali - Meski vonis si cantik Corby Leigh Schappelle baru akan diketuk palu delapan hari lagi, Mabes Polri sejak dini telah mewanti-wanti Australian Federal Police (AFP) untuk memperketat keamanan di lingkungan KBRI di Australia.Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi jika terjadi gelombang penolakan di Australia atas vonis yang dijatuhkan PN Denpasar pada Corby."Sejak diawali dengan ancaman di konsulat, AFP berjanji akan memberikan proteksi-proteksi yang lebih jauh lagi terhadap segala macam ancaman yang ada di Australia," ungkap Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar.Kapolri mengungkapkan hal itu di sela penutupan acara Konferensi Kepala Polisi se-ASEAN ke-25 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis (19/5/2005).Terkait dengan proses pengamanan KBRI dan konsul-konsul RI di Australia, kata Kapolri, pihaknya telah melakukan pembicaraan empat mata dengan Kepala AFP Mike Keelty. Pembicaraan dilakukan sejak Rabu (18/5/2005) sampai Kamis (19/5/2005) pagi.Namun bagaimana tanggapan AFP atas permintaan Polri, Kapolri tidak merinci secara detil. Yang pasti, lanjutnya, selain meminta pengetatan sistem keamanan, Polri juga sudah melakukan pembicaraan dengan Menlu Hassan Wirajuda."Saya sudah bicara dengan Pak Menlu bahwa konsulat di mana kedutaan kita ada ancaman-ancaman perlu juga secara internal kita perkuat keamanannya, termasuk dari kepolisian Indonesia," katanya.Sekedar diketahui, vonis Corby dijadwalkan akan dibacakan pada 27 Mei 2005 nanti. Corby dijadikan terdakwa atas tuduhan membawa mariyuana seberat 4,2 kg di tas selancar yang dibawanya. Corby ditangkap di Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada Oktober 2004 lalu.Dalam pledoinya 28 April 2005 lalu, Corby mengaku tidak tahu menahu soal keberadaan mariyuana dalam tasnya. Namun, jaksa tidak bergeming dan menuntut hukuman penjara seumur hidup.Terkait kasus Corby, Konjen RI di Perth pernah mendapat ancaman dari pendukung Corby. Konjen dikirimi 3 peluru. Pekan ini, Kedubes RI di Canberra diancam lewat telepon.
(umi/)











































