DetikNews
Selasa 19 September 2017, 20:30 WIB

Laporan Dari New York

Pertemuan Tingkat Tinggi PBB Dimulai, JK Pimpin Delegasi RI

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Pertemuan Tingkat Tinggi PBB Dimulai, JK Pimpin Delegasi RI Wapres Jusuf Kalla di New York (Muhammad Taufiqurrahman/detikcom)
New York - Pertemuan Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-72 dibuka hari ini. Perundingan ini akan menyoroti kebutuhan masyarakat dunia, pembangunan berkelanjutan, dan perubahan iklim.

Pada pertemuan yang digelar di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (19/9/2017), para pemimpin dunia akan melakukan perundingan dan melakukan diskusi soal pembangunan berkelanjutan dan iklim.

Delegasi Indonesia akan dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla. Wapres JK didampingi Menteri Luar Negeri LP Marsudi serta Menteri Koordinator Pembangunan Kebudayaan dan Manusia Puan Maharani.

Pada sidang kali ini, akan ada penandatangan kesepakatan pertama mengenai penghapusan senjata nuklir. Adapun tema pada sidang umum PBB kali ini adalah 'Focusing on People-Striving for Peace and a Decent Life for All on a Sustainable Planet'.

 Wapres Jusuf Kalla di New York Wapres Jusuf Kalla di New York (Muhammad Taufiqurrahman/detikcom)

Pada pertemuan agenda 2030 soal pembiayaan yang bertemakan penghapusan kemiskinan, JK menyebut pembangunan berkelanjutan memerlukan tanggung jawab pemerintah. Ini dilakukan untuk menjangkau pembangunan semua segmen di masyarakat.

Karena itu, menurut JK, perlu ada kemitraan dari berbagai pihak, baik itu publik maupun swasta, yang memungkinkan adanya pembiayaan yang lebih kuat untuk pembangunan.

Untuk mencapai hal itu, JK menyebut Indonesia telah melengkapi kerja sama teknis dengan sesama negara berkembang, melalui South-South dan skema Kerja Sama Segitiga.

"Secara konsisten mempromosikan kemitraan global yang diperkuat melalui berbagai forum, seperti PBB, G-20, dan G77," kata JK.

"Mendesak negara maju untuk memenuhi komitmen mereka, seperti ODA (official development assistance) 0,7 persen dan pembiayaan iklim senilai USD 1 miliar per tahun," sambungnya

Pada pembukaan pertemuan tingkat tinggi ini, delegasi Indonesia akan duduk berdampingan dengan India yang berada di barisan keempat. Masyarakat dunia juga akan menantikan pidato pertama Presiden AS Donald Trump.
(fiq/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed