Inggris Serukan Penyelidikan Internasional atas Uzbekistan

Inggris Serukan Penyelidikan Internasional atas Uzbekistan

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2005 12:11 WIB
Jakarta - Kematian ratusan pengunjuk rasa di Uzbekistan mencengangkan dunia. Pemerintah Inggris menyerukan adanya penyelidikan internasional dan independen atas peristiwa berdarah itu.Seruan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Jack Straw seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (19/5/2005)."Ini masalah keprihatinan internasional yang besar atas pembunuhan yang terjadi," ujar Straw kepada radio BBC. Diimbuhkannya, para diplomat, badan-badan dan media harus mendapat akses penuh dan segera atas kota Andijan, tempat kekerasan itu terjadi. Sedikitnya 745 orang tewas di kota yang terletak di Uzbek timur itu saat terjadi bentrokan antara para tentara pemerintah dan pendemo pada pekan lalu. Angka korban ini menurut para saksi mata independen.Namun menurut pemerintah Uzbek pimpinan Presiden Islam Karimov, jumlah korban tewas sebanyak 169 orang. Berbagai saksi mata mengungkapkan, pasukan militer Uzbek yang dikerahkan untuk membubarkan demo anti-pemerintah itu, dengan membabi-buta menembaki kerumuman warga."Pemerintah punya versi sendiri, oposisi punya versi lain. Mengingat sangat penting bagi stabilitas masyarakat di Uzbekistan, serta kredibilitas pemerintah Uzbekistan, maka kita harus menyelidiki apa yang terjadi," tegas Straw.Karena itulah, menurut petinggi Inggris itu, perlu adanya penyelidikan internasional dan independen.Sekitar 36 diplomat, termasuk para Dubes AS, Inggris dan Perancis telah berkunjung ke kota Andijan untuk mengumpulkan informasi. Namun menurut Straw, kunjungan yang diatur pemerintah Uzbek itu tidak memuaskan. Pasalnya, para diplomat tidak mendapat cukup waktu atau kesempatan untuk menilai apa yang sebenarnya telah terjadi. Bahkan banyak warga yang diajak bicara, enggan berkomentar. "Para Dubes memang berusaha berbicara dengan warga, namun tidak banyak yang mau bicara," tutur Straw. (ita/)


Berita Terkait