DetikNews
Selasa 19 September 2017, 18:11 WIB

Jokowi Diminta ke Myanmar, PDIP: Presiden Bukan Relawan

Hary Lukita Wardani - detikNews
Jokowi Diminta ke Myanmar, PDIP: Presiden Bukan Relawan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Gerindra meminta Presiden Joko Widodo terjun langsung ke Myanmar untuk membantu etnis Rohingya. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan Presiden tidak bisa langsung ke Myanmar layaknya relawan atau turis.

"Presiden kalau ke negara orang kan tidak sebagai turis atau aktivis sosial volunteer (relawan), tetapi atas undangan dari negara yang akan dikunjungi," ujar Andreas melalui pesan singkat kepada detikcom, Selasa (19/9/2017).

Andreas menuturkan yang terpenting saat ini adalah menjaga hubungan baik dengan Myanmar. Ia menganggap langkah diplomasi yang telah dilakukan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah benar.

"Saya kira langkah diplomasi yang dilakukan oleh Menlu kemarin sudah baik. Langkah-langkah yang saat ini diambil sudah tepat," katanya.

"Oleh karena itu, saya kira yang terpenting saat ini kita perlu menjaga hubungan baik dengan Myanmar dalam kerangka bilateral maupun ASEAN untuk membantu Myanmar mengatasi persoalan Rohingya. Ini yang terpenting," jelas Andreas.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra menyatakan bantuan RI untuk Rohingya merupakan pencitraan. Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria membela pernyataan Prabowo tersebut.

Bahkan ia meminta Presiden Jokowi datang langsung ke Myanmar untuk membantu etnis Rohingya. Bukan hanya mengutus Menlu untuk melakukan diplomasi.

"Mungkin ada baiknya Pak Jokowi datang ke Rohingya, jangan kirim Menlu, lain, jangan kirim Wapres (JK) ke OKI, beda, harus Presiden. Pak Harto aja berani ke medan perang loh, kalau ke Myanmar tuh bukan medan perang itu, bukan pertempuran itu, itu pembasmian, datang," tegas Riza, Senin (18/9).

Selain itu, Riza mengatakan Jokowi seharusnya memimpin langsung penggalangan dana untuk Rohingya. Dia juga ingin Jokowi mengajak pengusaha Buddha membantu Rohingya.

"Kalau perlu, Presiden juga ajak konglomerat, khususnya Buddha, untuk menunjukkan di Indonesia nggak ada masalah soal agama. Untuk membuktikan bahwa yang membantu umat Islam di Rohingya justru banyak dari masyarakat agama Buddha," sebut anggota Komisi II DPR ini.
(lkw/nvl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed