Sebagian Besar Menteri Belum Ber-Toyota Camry

Sebagian Besar Menteri Belum Ber-Toyota Camry

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2005 11:21 WIB
Jakarta - Meski sudah dibagi, sebagian besar menteri masih belum menggunakan mobil Toyota Camry sebagai mobil dinasnya. Mereka masih suka memakai mobil pribadi atau mobil dinas lama.Mobil dinas lama Volvo maupun mobil-mobil pribadi para menteri memang lebih tinggi kelasnya dibanding Camry. Mobil Toyota Camry ini 'hanya' berharga Rp 350 juta. Sejumlah menteri yang sudah terlihat memakai Camry, antara lain Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi B 33, Menlu Hassan Wirajuda B 39, Menhan Juwono Sudarsono B 18, dan Sri Mulyani B 41. Pejabat-pejabat yang masih menggunakan mobil pribadi dan dinas lama antara lain, Menko Kesra Alwi Shihab dan Menkum dan HAM menggunakan Volvo, Menko Polhukkam Widodo AS, Mendagri M Ma'ruf, Kepala BIN Syamsir Siregar menggunakan Toyota Land Cruiser, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar tetap menggunakan Toyota Crown, dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menggunakan Mitsubishi Galant. Sebenarnya, para menteri sudah mengambil jatah mobil Toyota Camry-nya. Misal saja, Hamid Awaluddin sudah mengambil mobil Camry sejak Senin (16/5/2005). Kini, mobil berwarna hitam itu sudah berada di kantor Depkum dan HAM. Kabarnya, Hamid belum memakai mobil baru karena mobil yang lama masih penuh dengan barang. Hamid belum memerintahkan stafnya untuk memindahkan tumpukan barang di mobil lama ke mobil baru. Barang-barang itu tersimpan di kabin dan bagasi. Dari buku sampai sepatu dan raket badminton. Sementara itu, di saat para menteri menghadiri rapat terbatas bersama Presiden SBY di Kantor Presiden, Rabu (18/5/2005), para sopir menteri tampak berdiskusi. Para sopir belajar menggunakan fitur-fitur elektronis Toyota Camry dari sopir menteri yang sudah membawa Camry. Memang, mobil Toyota Camry 3.000 CC jatah menteri ini tidak seperti mobil Camry biasa. Ada fasilitas-fasilitas yang didesain khusus. Misal saja tentang tombol elektris untuk menutup tirai jendela. Sopir Menteri PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani tampak tidak bisa menutup tirai kaca belakang secara elektris. Dia pun bertanya kepada sopir Menlu Hassan Wirajuda yang sudah membawa Camry sejak KAA (Konferensi Asia Afrika) April lalu. Tapi, rupanya sopir Menlu juga belum mengetahui caranya. (asy/)


Berita Terkait