"Mengingatkan kaum muda untuk tidak mudah terprovokasi ideologi yang menyesatkan," ujar Maman kepada wartawan, Selasa (19/9/2017).
Pria yang akrab disapa Kang Maman ini meminta agar muda waspada. Politikus asal PKB itu meminta kaum muda tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang berujung radikalisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu, menjadi tugas orang tua agar selalu menjaga anaknya agar tidak terlibat paham yang selalu menebarkan kebencian, intoleransi, dan radikalisme di ruang publik," imbuhnya.
Maman menyebut terduga teroris yang ditangkap di Cirebon itu berasal dari Majalengka. Dia mengingatkan semua pihak melakukan introspeksi dan turut membuat masalah ini menjadi perhatian serius.
"Majalengka sudah darurat teroris. Sudah banyak terduga teroris yang ditangkap aparat berasal dari Majalengka. Semua harus introspeksi. Ada yang salah di Majalengka terkait pendidikan dan keagamaan," tutur Kang Maman.
Pria yang juga Ketua Lembaga Dakwah PBNU itu mengatakan Majalengka selama ini dikenal sebagai daerah yang menghasilkan tokoh agama yang toleran, damai, dan mencintai Tanah Air. Maman menyebut sejumlah nama tokoh.
"Seperti dua Abdul Halim: KH Abdul Halim PUI yang jadi pahlawan nasional dan KH Abdul Halim Leuwimunding yang jadi tokoh NU. Jatiwangi, tempat asal terduga teroris Imam Mulyana, adalah tempat kelahiran Ayip Rosidi dan Ayip Bakar, dua penulis hebat yang sangat terkenal," ucap anggota DPR asal Majalengka tersebut.
Barang yang diamankan dari terduga teroris. (Sudirman Wamad/detikcom) |
"Inilah momentum kita kembali membangun Majalengka yang religius dan damai. Melawan gerakan teroris. Inilah yang harus menjadi prioritas kita bersama saat ini," sambung Maman.
Kepada aparat keamanan, pimpinan Ponpes Al-Mizan Jatiwangi itu meminta ada sikap tegas dalam menangani aksi teror dan penyebaran paham radikal di masyarakat. Maman berharap aksi-aksi teror dapat diberantas hingga tuntas.
"Jika aksi dan penyebaran ajaran radikal dibiarkan, teroris akan lebih leluasa bergerak dan melakukan berbagai aksi yang membahayakan nyawa manusia, seperti pembunuhan dan penusukan terhadap," sebutnya.
Aksi teror, menurut Maman, harus dilawan dengan sungguh-sungguh. Dia mengatakan perlawanan dilakukan tidak hanya dengan imbauan verbal atau slogan.
"Tapi harus melibatkan berbagai kalangan dalam masyarakat karena terorisme adalah musuh kita bersama dan sangat membahayakan NKRI," tegas Maman.
Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap terduga teroris IM (31), yang diduga akan beraksi saat Jokowi tiba di Cirebon. IM disebut telah mengamati Bandara Cakrabhuwana, Penggung, Cirebon, tempat Jokowi mendarat, sejak Minggu (17/9).
Polisi kemudian menangkap pria tersebut pada pukul 14.30 WIB. Sejumlah barang, dari sangkur hingga lima molotov, disita dari pria yang diduga berkaitan dengan jaringan JAD itu.
"Akhirnya kita lakukan penangkapan. Saat membongkar barang bawaannya, kita temukan ada sangkur, airsoft gun, dan pepper spray. Selain itu, kita menemukan ada lima bom molotov yang sudah disebar oleh yang bersangkutan," kata Dir Reskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana saat dimintai konfirmasi via telepon, Senin (18/9). (elz/tor)












































Barang yang diamankan dari terduga teroris. (Sudirman Wamad/detikcom)