Organisasi Perempuan Kecam Aksi Militer Atas Rohingya

Organisasi Perempuan Kecam Aksi Militer Atas Rohingya

Aryo Bhawono - detikNews
Selasa, 19 Sep 2017 08:03 WIB
Organisasi Perempuan Kecam Aksi Militer Atas Rohingya
Seorang bayi pengunsi Rohingya meninggal dunia di perbatasan Bangladesh (Reuters)
Jakarta -

Karen Women's Organisation (KWO) mengutuk kekerasan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya di Rakhine State. Mereka menuntut penghentian operasi militer di Rakhine State. Tuntutan penghentian operasi ini dipapar oleh KWO melalui laman resminya, karenwomen.org, Senin (18/9/2017).

Mereka menyebutkan telah mendapatkan gambaran mengenai kehancuran etnis Rohingya dan sekitar 300 ribu orang diantaranya terpaksa melarikan diri. Penduduk sipil lainnya di Rakhine State-pun juga terpaksa mengungsi.

"Kini sudah saatnya mencapai kesepakatan untuk hak etnis dan sistem pemerintahan yang memungkinkan hidup damai, termasuk Rohingya," tulis Komite Eksekuitf KWO dalam pernyataannya.

Mereka mengajak Majelis Rakyat Pyithu Hluttaw, Rumah Kebangsaan Amyotha Hluttaw , Penasehat Negara Bagian Myanmar Daw Aung San Suu Kyi, dan perwakilan semua kelompok etnis untuk menghentikan kekejaman ini.

Menurut mereka nasib yang sama juga dialami oleh kelompok sipil di Shan dan Kachin State. Inilah mimpi buruk kita dan harus segera dihentikan

"Kami juga memanggil Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa dan semua negara lain yang saat ini memberikan pelatihan militer dan kerja sama ke militer Burma untuk segera menghentikan semua kerja sama," jelas rilis tersebut.

KWO dibentuk pada 1949 dengan anggota 49 ribu perempuan. Selama ini mereka membantu pembangunan dan pemberian bantuan kamp pengungsian di perbatasan Thailand.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(jat/jat)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads