Dalam akun instagram-nya, Emil mengunggah sebuah foto yang diposting oleh akun Instagram @pos54.id. Foto tersebut membandingkan tampilan dari seorang penemu dan peniru.
Jokowi yang sedang menaiki bajaj dalam foto tersebut dibubuhi tulisan seorang penemu. Sedangkan foto Emil yang berada di sebelah foto Jokowi disebut sebagai seorang peniru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"'Jempol lawan dengan jempol'. Ini contoh akun provokator," tulis Emil di awal caption postingan di akun Instagram-nya, seperti dilihat detikcom, Selasa (19/9/2017).
Foto: Instagram @ridwankamil |
Emil kemudian memberikan penjelasan bahwa dirinya mengendarai bajaj sebab diminta oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) di Bandung. Dia berkesempatan untuk mengetes kendaraan dengan inovasi sistem bahan bakar gas (BBG).
"Saya naik bajaj itu karena diminta (Perusahaan Gas Negara) atau PGN di Bandung untuk ngetes kendaraan dgn inovasi sistem bahan bakar gas (BBG)," terangnya.
Menurut Emil, setiap orang diperbolehkan untuk mempunyai pandangan politik yang berbeda. Namun perbedaan itu harus didasari oleh fakta bukan berdasarkan hoax yang disebarkan oleh akun di media sosial yang tak jelas sumbernya.
"Lagian di Bandung mah bray, mana ada bajaj, nu aya ge mantan balatak murudul. Boleh beda pandangan politik, namun harus berbasis fakta karena AKun medsos itu di follow karena integritasnya. #HantamHoax @pos54.id," tuturnya.
Postingan dari Emil ini mendapat respons yang beragam dari netizen. Hingga pukul 03.20 WIB, foto tersebut telah di-like oleh 88.387 akun dan ribuan komentar.
(knv/rvk)












































Foto: Instagram @ridwankamil