Dalam sambutannya, Jokowi memulai sapaan menggunakan bahasa Jawa. "Sugeng injing," kata Jokowi di Drh Supardi, Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/9/2017).
Jokowi mengaku sengaja berbahasa Jawa karena khawatir lupa. Sebab, dia selalu berkunjung ke daerah-daerah di seluruh Indonesia dan mempelajari bahasa di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi mengatakan ada 4.212 sertifikat yang diserahkan kepada warga Magelang. Dia meminta warga menunjukkan sertifikat yang telah diterima.
Menurut Jokowi, persoalan sengketa lahan terjadi karena banyak warga yang belum memiliki sertifikat tanah.
"Saya datang dari Sabang sampai Merauke, keluhannya sengketa tanah. Saya perintahkan ke Pak Menteri BPN, percepat penyerahan sertifikat untuk rakyat," katanya.
Jokowi menargetkan tahun ini pemerintah akan mengeluarkan 5 juta sertifikat tanah. "Tahun depan 7 juta, tahun depannya lagi 9 juta, biar cepat," katanya.
Jokowi meminta warga yang sudah mendapatkan sertifikat agar dijaga dengan baik. Sertifikat tersebut harus diberi plastik/laminating agar tak mudah basah dan rusak. Dia juga meminta agar sertifikat tersebut difotokopi.
"Kalau hilang, urus kantor BPN lebih cepat," katanya..
Dia juga mengatakan, jika warga ingin menggadaikan sertifikat tersebut ke bank untuk meminjam uang, tidak apa. Asal ada hitungan yang jelas dan kesiapan untuk melunasi.
"Setuju mboten? Setuju ora?" kata Jokowi kepada warga. Warga pun menjawab setuju. (jor/idh)