Kala Jokowi Takut Lupa Bahasa Jawa

Kala Jokowi Takut Lupa Bahasa Jawa

Ray Jordan - detikNews
Senin, 18 Sep 2017 20:33 WIB
Presiden Jokowi (Foto: dok. detikcom)
Magelang - Presiden Joko Widodo membagikan sertifikat hak atas tanah untuk warga Magelang, Jawa Tengah. Jokowi lebih banyak menggunakan bahasa Jawa saat berinteraksi dengan warga.

Dalam sambutannya, Jokowi memulai sapaan menggunakan bahasa Jawa. "Sugeng injing," kata Jokowi di Drh Supardi, Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/9/2017).

Jokowi mengaku sengaja berbahasa Jawa karena khawatir lupa. Sebab, dia selalu berkunjung ke daerah-daerah di seluruh Indonesia dan mempelajari bahasa di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya itu kalau nggak pakai-pakai bahasa Jawa, bisa lupa saya, karena sering ke Papua beda, ke Aceh beda, ke Sumatera beda lagi, ke Sunda beda lagi. Biar nggak lupa, saya pakai ke Ibu dan Bapak," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan ada 4.212 sertifikat yang diserahkan kepada warga Magelang. Dia meminta warga menunjukkan sertifikat yang telah diterima.

Menurut Jokowi, persoalan sengketa lahan terjadi karena banyak warga yang belum memiliki sertifikat tanah.

"Saya datang dari Sabang sampai Merauke, keluhannya sengketa tanah. Saya perintahkan ke Pak Menteri BPN, percepat penyerahan sertifikat untuk rakyat," katanya.

Jokowi menargetkan tahun ini pemerintah akan mengeluarkan 5 juta sertifikat tanah. "Tahun depan 7 juta, tahun depannya lagi 9 juta, biar cepat," katanya.

Jokowi meminta warga yang sudah mendapatkan sertifikat agar dijaga dengan baik. Sertifikat tersebut harus diberi plastik/laminating agar tak mudah basah dan rusak. Dia juga meminta agar sertifikat tersebut difotokopi.

"Kalau hilang, urus kantor BPN lebih cepat," katanya..

Dia juga mengatakan, jika warga ingin menggadaikan sertifikat tersebut ke bank untuk meminjam uang, tidak apa. Asal ada hitungan yang jelas dan kesiapan untuk melunasi.

"Setuju mboten? Setuju ora?" kata Jokowi kepada warga. Warga pun menjawab setuju. (jor/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads