Hanung: Terganggu Film G30S, Bikin Versi Lain

Sudrajat - detikNews
Senin, 18 Sep 2017 16:28 WIB
Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Sineas Hanung Bramantyo turut berkomentar ihwal polemik rencana TNI-AD menggelar acara nonton bareng film G30S/PKI. Ia mengibaratkan rencana tersebut layaknya kebijakan televisi menayang ulang sinetron produksi mereka.

"Jadi kalo film G30S diputar lagi, anggap aja seperti sinetron re-run kayak 'Tersanjung'. Kalo ndak suka ya matikan saja TV-nya," kata Hanung dalam kicauannya, 16 September lalu.

Meskipun demikian, kalau tujuan film G30S diputar lagi biar penonton paham peristiwa sebenarnya pada malam 30 September 1965, Hanung menilainya tidak tepat. Hanya, sutradara film biopik 'Soekarno' dan 'Sang Pencerah' itu sepertinya juga tak setuju bila ada pihak-pihak yang mencemooh film tersebut. "Kalo ada yg terganggu dg Subyektifitas di Film G30S ya silakan bikin versi lain. Itulah Demokrasi," cuit Hanung.

Sebagai sineas, ia pribadi menilai film yang dirilis pada 1984 dan disutradarai Arifin C Noer itu secara estetis cukup bagus dan digarap dengan serius. Unsur sinematik di dalamnya sangat kaya dan cerdas, serta aktor-aktor yang berperan sangat meyakinkan.

Tapi dia menghindari perdebatan soal akurat-tidaknya adegan ataupun materi cerita secara keseluruhan dalam film tersebut. "Itu urusan lain, namanya juga film."

Terkait cuitan Hanung yang menyebut mereka yang tak setuju film G30S untuk membuat versi lain, koleganya, Iman Brotoseno, balas mencuit, "Pertanyaan berikut, film versi lain itu apa diperbolehkan tayang oleh ormas, aparat? Apakah bakal digerudug ketika tayang."

"Pengalaman sy, mungkin Lulus Sensor, tapi pasti digruduk," balas Hanung.



(jat/jat)