"Saya rasa Bapak (Eddy Rumpoko) sudah punya kegiatan sendiri. Setelah ini, Bapak akan kembali ke dunia usaha," kata Dewanti di posko pemenangan yang juga kantor DPC PDIP Kota Batu di Jalan Oro-oro Ombo, Rabu (15/2).
Dari aplikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Eddy terakhir melaporkan kekayaannya pada 1 Juni 2015. Total harta yang dimiliki Rp 16.438.612.628 dan USD 181.437 (Rp 2,4 miliar).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu aset tanah di Batu milik Eddy, yakni tanah berukuran 4.560 meter persegi, senilai Rp 350 juta. Sedangkan di Jakarta Selatan, Eddy punya aset tanah seluas 90 meter persegi senilai Rp 1,2 miliar.
Sementara itu, Dewanti akan menggantikan Eddy, yang sudah dua kali menjabat Wali Kota Batu. Dia terpilih dalam Pilwakot Batu 2017. Ia diusung oleh PDIP dan berpasangan dengan Punjul Santoso.
Eddy ditangkap KPK di rumah dinasnya siang tadi. Selain Eddy, ikut ditangkap satu orang dari pihak swasta.
"Pukul 13.40 WIB tadi dilakukan penangkapan bersama pengamanan dari Polda Jatim," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/9).
(nkn/fdn)










































