"Mereka menderita hari demi hari, sekitar 1.000 anak menderita. Mereka butuh bantuan air bersih dan lain-lain," kata salah seorang pengungsi Rohingya bernama Karimullah di Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017).
Karimullah berhasil kabur dari Rakhine State 7 tahun lalu. Dia lari ke Indonesia bersama sejumlah saudara senasibnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu warga Rohingya ada 7 juta di Myanmar, sekarang tinggal 7.000," imbuhnya.
Karimullah lantas menyebut ada upaya penghilangan etnis oleh pemerintah Myanmar. Dia kemudian memohon bantuan kepada Indonesia.
"Mereka selalu minta tolong, kami minta Pemerintah Indonesia bantu di sana. Mereka nggak minta apa-apa, mereka hanya minta keselamatan nyawa. Yang penting selamatkan nyawa," ungkapnya.
Karimullah dan lainnya mengikuti aksi hingga selesai. Mereka ikut membubarkan diri bersama massa tadi siang. (ibh/bag)










































