Golkar Bantah Desak SBY Reshuffle Kabinet

Golkar Bantah Desak SBY Reshuffle Kabinet

- detikNews
Rabu, 18 Mei 2005 18:01 WIB
Jakarta - Meski pernah menyatakan akan mengganti menterinya yang berapor merah, Golkar membantah mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar mereshuffle kabinetnya. Wakil Ketua Partai Golkar Agung Laksono menyatakan, DPP Golkar belum pernah melakukan pembahasan khusus untuk membahas pergantian kabinet. "Belum ada pemikiran secara khusus tentang pergantian kabinet karena itu wewenang Presiden," kata Agung kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2005).Isu reshuffle berkembang setelah Presiden SBY menyatakan akan mengevaluasi kinerja satu tahun kabinetnya. Isu semakin liar setelah Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla menyampaikan hal serupa. Kalla menyatakan akan mengganti menteri dari Golkar yang kinerjanya buruk. Pernyataan Kalla itu tak ayal memicu isu Aburizal Bakrie dan Fahmi Idris akan diganti. Maklum Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu berasal dari Golkar. Namun isu itu dimentahkan Agung. Agung mengakui kedua menteri itu merupakan kader Golkar. Namun ia beranggapan Ical dan Fahmi tidak mewakili Golkar secara resmi. "Secara resmi tidak ada anggota kabinet yang berasal dari Golkar. Aburizal dan Fahmi bukan melalui Partai Golkar," kata Agung. Agung lantas menegaskan Golkar belum menyiapkan kadernya untuk menempati posisi menteri. Golkar tengah fokus memantau kinerja kabinet SBY. "Memang soal kader yang layak duduk di kabinet kita banyak sekali. Tapi kami belum pada tahap menyiapkan kuantitas," katanya. (iy/)


Berita Terkait