Djarot: RS Harus Berorientasi Pada Pelayanan, Bukan Uang Muka

Bisma Alief Laksana - detikNews
Sabtu, 16 Sep 2017 10:15 WIB
Djarot di acara peringatan hari hepatitis sedunia. Foto: Bisma Alief/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membuka acara Hari Hepatitis Sedunia ke-8 Provinsi DKI Jakarta di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Acara tersebut mengambil tema 'Eliminasi Hepatitis Menuju Keluarga Sehat'.

Dalam sambutannya, Djarot mengucapkan terima kasih kepada Kedinkes DKI Koesmedi Priharto dalam membangun membangun Jakarta Baru. Menurutnya, ada 3 layanan dasar dari Pemprov DKI pada masyarakat. Ketiganya adalah kesehatan, pendidikan dan permukiman.

"Semuanya itu muaranya kita membangun masyarakat Jakarta menjadi masyarakat sehat. Bukan cuma jasmani tapi juga rohaninya," kata Djarot di lokasi acara, Sabtu (16/9/2017).

Djarot kembali membanggakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta yang disebutnya mencapai angka 79,6 persen. Angka tersebut, kata Djarot, sudah setara dengan kota-kota lain di negara maju lainnya.

"Dengan kerja keras dari jajaran Dinkes, kita bisa mencapai IPM 79,6. Kota dengan IPM yang masuk tinggi sama seperti kota lain di negara maju. Salah satunya di bidang kesehatan," ucapnya.

[Gambas:Video 20detik]

Selain itu, Djarot juga ingin ke depan, semua rumah sakit berorientasi pada pelayanan. Dia tidak ingin ada lagi rumah sakit yang hanya berorientasi pada uang semata.

"Pusat pelayanan kesehatan betul-betul orientasi pada pelayanan. Pasien yang pertama ditanya apa keluhannya, bukan apa kamu punya duit, bisa bayar uang muka apa nggak. Itu rumah sakit yang kurang ajar. Betul-betul itu rumah sakit kapitalistik," tegasnya.

"Sakit itu nggak diminta, sengsara, jangan dibikin makin sengsara. Buat mereka sembuh," tutupnya.

Usai memberikan pidato, Djarot ikut melakukan senam bersama dengan jajarannya di Taman Menteng. Lalu, Djarot juga menyempatkan diri untuk mengunjungi stand perwakilan puskesmas dari 5 kota di Jakarta. (bis/bag)