Australia: RI Berperan Besar dalam Kemajuan Timor Leste
Rabu, 18 Mei 2005 16:30 WIB
Jakarta - Timor Leste yang resmi menjadi negara merdeka pada tahun 1999 lalu, hingga kini terus berbenah. Keterlibatan PBB dan bantuan pemerintah Indonesia dianggap punya andil besar dalam kemajuan yang telah dicapai Timor Timur (Timtim).Demikian disampaikan perwakilan Australia untuk misi PBB, Peter Tesch dalam statemennya kepada Dewan Keamanan PBB, seperti dilansir The Australian, Rabu (18/5/2005). Tesch mengatakan, bantuan dan niat baik rakyat Indonesia dan pemerintah mereka selama lima tahun terakhir juga berperan besar bagi kemajuan yang dihasilkan Timtim. Dewan Keamanan PBB telah memperpanjang keberadaan pasukan PBB di Timtim. Ini dilakukan dengan melaksanakan mandat United Nations Office in Timor Leste (UNOTIL), yang akan beroperasi hingga 20 Mei 2006.UNOTIL akan menggantikan UN Mission of Support in East Timor (UNMISET), yang didukung oleh lebih dari 300 pasukan perdamaian bersenjata, khususnya dari Brasil, Fiji dan Australia. Keputusan ini berdasarkan Resolusi 1599 PBB yang diadopsi dengan suara bulat.UNOTIL akan menempatkan 15 penasihat militer dan 20 penasihat kepolisian sebagai tambahan atas 40 penasihat yang telah berada di negeri bekas kedaulatan RI itu. Peran penting penasihat militer dan kepolisian adalah melatih dan mendidik para polisi perbatasan Timtim.Tujuan keseluruhan UNOTIL adalah membangun kemampuan institusi-institusi publik Timor Leste supaya bisa berfungsi sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi.
(ita/)











































