Diisukan Terima Duit KPU, Hamdan Zoelva Tertawa
Rabu, 18 Mei 2005 16:30 WIB
Jakarta - Nama mantan anggota DPR yang menerima dana taktis KPU (Komisi Pemilihan Umum) masih misterius. Spekulasi-spekulasi tentang identitas mantan anggota DPR itu bermunculan. Hamdan Zoelva sempat juga diisukan. Hanya ada satu ciri tentang orang misterius itu: anggota Komisi II DPR 1999-2004 dari partai kecil, yang kini tidak lagi menjadi anggota DPR. Besar uang yang diterima orang tersebut Rp 120 juta. Dengan ciri-ciri yang masih kabur itu, sejumlah mantan anggota Komisi II DPR sempat diisukan sebagai penerima dana itu. Antara lain mantan anggota DPR berinisial SR dan TN. Tapi, ternyata tidak benar. Sampai sekarang, belum jelas benar siapa mantan anggota DPR itu. Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Hamdan Zoelva juga sempat diisukan sebagai orangnya. Gara-garanya, pada Senin (16/5/2005) lalu, tiba-tiba Hamdan muncul di kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Jl. Veteran, Jakarta Pusat. Kecurigaan terhadap Hamdan memang cukup masuk akal. Selain tepergok berada di kantor KPK, Hamdan juga masuk ciri yang sudah dipublikasikan itu. Hamdan merupakan mantan anggota DPR dari PBB (Partai Bulan Bintang) yang kini sudah tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR. Untuk apa Hamdan berada di gedung KPK? Diperiksakah dia? Hamdan saat dihubungi detikcom, Rabu (18/5/20905), malah tertawa saat dirinya diberitahu sempat diisukan sebagai penerima dana taktis KPU itu. "Saya tidak pernah menerima sesen pun uang dari KPU. Kalau saya ditawari, saya pasti menolaknya," kata Hamdan. Lantas, Hamdan pun bercerita soal kedatangannya ke kantor KPK. Dia sangat maklum bila dirinya diisukan menerima dana haram itu. "Saya saat itu salah jalan. Harusnya tidak lewat jalan itu, agar tidak terlihat wartawan," ungkap dia. Hamdan datang ke KPK untuk menemui Ketua KPK Taufiequrrahman Rukie. Jangan lupa, setelah 'pensiun' dari DPR, Hamdan kembali aktif sebagai pengacara/advokat. Dan Hamdan berencana bertemu Ketua KPK itu juga terkait dengan pekerjaannya sekarang. "Saya kan pengacara. Saya ingin membicarakan tentang banyaknya kasus-kasus korupsi di daerah. Jadi, tidak ada kaitannya sama sekali dengan KPU," kata Hamdan. Hamdan tidak lama di KPK. Sebab, Ketua KPK saat itu tidak ada di ruangannya, sedang acara di luar. Dia pun kemudian pulang. Nah, saat keluar dari gedung KPK itulah, wartawan melihat Hamdan. Hamdan sendiri sampai sekarang juga bertanya-tanya siapa sebenarnya mantan anggota Komisi II DPR itu yang menerima uang tersebut. "Asal tahu saja, hubungan Komisi II dengan KPU saat itu luar biasa tegangnya," kata Hamdan. Dan selama itu, tidak ada pembagian uang oleh KPU. Termasuk kepada Tim Pemantau KPU yang beranggotakan sebagian anggota Komisi II. "Seingat saya, saya hanya pernah menerima dua tas dari KPU. Tapi, isinya bukan uang. Tapi, buku dan draf ketetapan KPU," kata Hamdan terkekeh.
(asy/)











































