DetikNews
Sabtu 16 September 2017, 01:56 WIB

Mensos Sebut Seribuan Penyandang Gangguan Jiwa Masih Dipasung

Danu Damarjati - detikNews
Mensos Sebut Seribuan Penyandang Gangguan Jiwa Masih Dipasung Ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Seribuan orang penyandang disabilitas metnal (gangguan jiwa) masih hidup dalam pasungan. Mayoritas mereka ada di Jawa Timur. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa optimis semua orang akan bebas pasungan pada 2019.

Sebagaimana dilansir siaran pers Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI, Khofifah menyatakan penyandang disabilitas mental sebanyak 4.786 orang. Dari angka tersebut, 3.441 orang telah bebas dari pasungan.

"Sementara 1.345 (28,1 persen) masih terpasung dan dalam penanganan," karta Khofifah kepada media usai melakukan kunjungan kerja ke Panti Sosial Bina Laras Budi Luhur Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Jumat (16/9/2017).

Dari penyandang disabilitas mental yang masih dipasung, terbanyak di Provinsi Jawa Timur yakni sebanyak 453 orang, disusul peringkat kedua Sumatera Selatan sebanyak 174 orang dan posisi ketiga adalah provinsi Riau sebanyak 154 orang.

Gerakan Indonesia Bebas Pasung bakal terus digalakkan hingga benar-benar berhasil pada 2019. Provinsi yang bebas pasung adalah Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Bangka Belitung.

"Harapannya pemda lainnya dapat menyontoh bagi provinsi lainnya," kata Khofifah.

Dikatakan Khofifah, untuk menuju Indonesia Bebas Pasung 2019 sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) lintas Kementarian/Lembaga yakni antara Kemensos dengan Kemenkes, Kemendagri, Polri dan BPJS Kesehatan tentang pencegahan dan penanganan pemasungan bagi penyandang disabilitas mental.

"Kemensos melalui Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) juga terus melakukan penjangkauan terhadap warga yang dipasung. Kepada para petugas baik Sakti Peksos, Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) terus diberikan peningkatan kapasitas dalam penjangkauan dan pendampingan bagi korban pasung," tegas Mensos.

Mulai tahun 2016 ada penyediaan informasi tentang penyandang disabilitas dan kesehatan jiwa. Ada pula uji coba 'layanan rumah antara' yang merupakan salah satu alternatif layanan yang bisa diakses oleh penyandang disabilitas mental pascarehabilitasi medis.

Pemasungan terjadi karena masih rendahnya pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang penyakit gangguan jiwa. Tujuan dari Gerakan Stop Pemasungan adalah untuk mencegah penyandang disabilitas mental mengalami pemasungan dan pemasungan kembali, serta mendapatkan rehabilitasi medis dan sosial, sehingga fungsi sosialnya bisa pulih kembali.


(dnu/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed