Tragis, Pasangan Kumpul Kebo Jual 3 Bayinya

Tragis, Pasangan Kumpul Kebo Jual 3 Bayinya

- detikNews
Rabu, 18 Mei 2005 16:15 WIB
Pekanbaru - Apa yang dilakukan Apau (53) dan Eni Wati (37) sungguh tak patut ditiru. Pertama, mereka adalah pasangan kumpul kebo. Kedua, selama 6 tahun hidup bersama, pasangan ini 'memroduksi' 3 bayi, yang tragisnya, semuanya dijual!Karena menjual bayinya, pasangan yang tinggal di Jl Tangekereng, Pekanbaru, ini pun terpaksa menginap di sel Polsek Bukit Raya Pekanbaru, Rabu (18/5/2005).Polisi meringkus mereka berdasar laporan masyarakat yang curiga karena tiga bayi pasangan ini tidak pernah kelihatan di rumah kontrakannya. Polisi pun segera menyelidiki."Ternyata pasangan ini tinggal serumah tanpa dibarengi surat nikah atau bukti apa pun. Dari pengakuan tersangka, ketiga bayi mereka telah dijual," kata Kapolsek AKP Desanto kepada wartawan di ruang kerjanya, Jl Kaharuddin Nasution, Pekanbaru.Menurut Kapolsek, kecurigaan masyarakat itu bermula dari lahirnya anak ketiga pada 10 Mei 2005 lalu. Ibu jabang bayi, Eni, melahirkan di rumah bersalin Bidan Ros, Jl Pelita Pantai Pekanbaru. Namun pasangan ini tidak bisa menebus biaya persalinan sebesar Rp 475 ribu.Karena tak mampu menebus, sang ibu mencoba menawarkan bayinya kepada Henni. Selanjutnya, Henni kembali menawarkan bayi itu kepada Sumiati.Setelah terjadi ksepakatan, akhirnya Sumiati menyanggupi membeli bayi itu seharga Rp 1 juta. Namun Sumiati mesti menebus biaya persalinan kepada Bidan Ros."Warga curiga karena Eni baru saja melahirkan namun bayinya tidak berada di rumah mereka. Dari sinilah warga melaporkan kepada kita bahwa ada dugaan pasangan kumpul kebo yang menjual bayinya," kata Kapolsek.Dalam kasus ini, kedua tersangka dijerat dengan Undang-undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 85 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. "Mereka mengaku menjual bayinya karena tidak mampu menebus biaya persalinan di bidan," kata Kapolsek.Selama proses pemeriksaan, pasangan kumpul kebo ini mengaku sudah melahirkan tiga bayi. Saat ini polisi tengah mengusut bayi pertama dan keduanya yang juga diduga telah diperjualbelikan. Kabarnya, bayi pertama yang kini sudah berumur 3 tahun telah dijual ke Bangkinang, ibukota Kabupaten Kampar, seharga Rp 500 ribu. Bayi keduanya juga telah dijual ke Selat Panjang seharga Rp 450 ribu. "Kita tengah mengusut tuntas siapa yang menampung kedua bayi tersebut," kata Kapolsek. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads