Anggota DPR Dukung Usul Reshuffle Kabinet
Rabu, 18 Mei 2005 15:39 WIB
Jakarta - Tuntutan reshuffle kabinet dinilai wajar. Menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang rapornya merah wajib diganti.Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi I Effendy Choirie di DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2005).Rencana reshuffle kabinet dimotori Partai Golkar. Usulan itu mencuat dalam pertemuan Rapimnas I Kesatuan Perempuan dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di Hotel Borobudur Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2005). Jusuf Kalla selaku Ketum Golkar berjanji akan mengganti menteri asal Golkar yang dinilai tidak mampu."Tuntutan seperti itu wajar, karena Golkar partai besar dan orang berkualitas. Apalagi ditunjang oleh Ketum Partai Golkar yang menjadi Wapres karena tantangan pemerintah yang semakin kompleks maka kabinet harus dievaluasi dan ditata kembali," papar Effendy.Menurut dia, reshuffle harus berdasarkan representasi partai yang memiliki basis dukungan yang real dan yang harus diberi porsi besar Golkar, PDIP dan PKB.Apakah PKB akan menerima tawaran menteri jika ada reshuflle? "Kalaupun masuk, wakil dari PKB harus merepresentasikan PKB. Bukan menteri yang keberadaannya merecoki PKB," tandas politisi yang sekubu dengan Muhaimin Iskandar ini.Lalu siapakah menteri yang layak digusur? "(Meneg) BUMN, (Menko) Kesra," jawab pria yang akrab dipanggil Gus Choi ini.Termasuk Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Gus? "Ya itu termasuklah," sahut Gus Choi sambil berlalu. Seperti diketahui, Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal adalah Saifullah Yusuf, yang berseberangan kubu dengan Gus Choi.
(aan/)











































