DetikNews
Jumat 15 September 2017, 12:33 WIB

Dinkes DKI Mulai Investigasi RS Mitra Tekait Kasus Bayi Debora

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Dinkes DKI Mulai Investigasi RS Mitra Tekait Kasus Bayi Debora Foto: Tim mulai laukan investigasi (Cici-detikcom)
FOKUS BERITA: Kisah Pilu Bayi Debora
Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto mengatakan tim investigasi terkait kasus bayi Debora akan mulai bekerja hari ini untuk melakukan audit medik. Rencananya, Dinkes akan mengumpulkan semua pihak terkait saat kejadian bayi Debora meninggal dunia.

"Tim Investigasi untuk mencari data juga diterjukan hari ini untuk melakukan audit medik di rumah sakit," kata Koesmedi di kantornya, Jalan kesehatan nomor 10, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (15/9/2017).





Menurutnya, hasil investigasi tergantung dari data yang didapatkan. Hasil bisa lebih cepat, bila semua data dianggap lengkap oleh tim investigasi.

"Belum kan baru dilakukan hari ini investigasinya, tergantung kelengkapan datanya kalau kelengkapan lengkap mungkin auditnya akan bisa lebih cepat," ujarnya.

Koesmedi menunjuk Kepala Bidang Pelayanan Dinkes DKI Jakarta, Tienke Maria Margaretha sebagai ketua tim investigasi. Tienke mengatakan akan mengumpulkan seluruh pihak yang terkait saat bayi Debora masuk rumah sakit hingga bayi tersebut meninggal dunia.

"Jadi kita bagi dua tim, ada untuk melihat manajemen, ada yang melihat dari sisi medisnya. Nah nanti di situ akan kita bagi orang-orang yang terkait dengan waktu itu ada pada kejadian itu, kita minta dihadirkan semua termasuk dokter juga, perawat juga," jelas Tienke di lokasi sama.



Selain itu, Tienke juga meminta Direktur RS Mitra Keluarga Kalideres, Francisca Dewi untuk menyiapkan seluruh SDM-nya yang terlibat. Hal ini dilakukan guna memaksimalkan hasil investigasi dengan metode penelusuran dan wawancara.

"Target saya maunya cepat dan selesai, karena saya juga di uber-uber terus ya. Kita sudah menghubungi rumah sakit kan tadi direkturnya juga sudah dikasih suratnya juga. Jadi kita minta direktur menyiapkan semua SDM-nya yang terkait pada waktu kejadian, saat pasien itu mulai masuk sampai meninggal," ucap Tienke.

"Kemudian juga dokumen-dokumen yang kita butuhkan, karena kita akan lakukan metode telusur dan wawancara. Dalam hal ini kita kan terintegrasi dengan Ikatan Dokter Indonesia, kemudian Kementerian Kesehatan, Kemenko PMK, kemudian dengan Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) dan Sudin," sambungnya.


(cim/rvk)
FOKUS BERITA: Kisah Pilu Bayi Debora
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed