KPAI Beri Pendampingan Psikologis ke Siswi yang Mengaku Diculik

KPAI Beri Pendampingan Psikologis ke Siswi yang Mengaku Diculik

Azzahra Nabilla - detikNews
Jumat, 15 Sep 2017 11:02 WIB
KPAI Beri Pendampingan Psikologis ke Siswi yang Mengaku Diculik
Komisioner KPAI Retno Listyarti (Azzahra Nabilla/detikcom)
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberi pendampingan psikologis kepada siswi SD yang mengaku diculik. KPAI juga akan melakukan konseling ke siswi tersebut.

"Berdasarkan proses latar belakang keluarga dan lain-lain, siswi ini butuh pendampingan psikologis. Jadi kami akan memberikan pendampingan psikologi itu dan berkoordinasi dengan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan)," ujar Komisioner KPAI Retno Listyarti di SD 01 Pagi Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, Jumat (15/9/2017).

Siswi yang mengaku diculik itu hari ini tidak masuk sekolah saat KPAI berkunjung ke SD 01 Pagi Tanjung Duren Selatan. KPAI kemudian langsung menjenguk siswi tersebut untuk memberikan motivasi dan pendampingan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semoga ananda ini bisa kita dampingi karena ananda berat menghadapi hidup dia ya mungkin sudah kedengaran semua bahwa dia memang korban dari orang tua yang bercerai, tidak tinggal dengan ayah dan ibunya. Jadi kita mesti mengerti bahwa ada sudut pandang yang butuh sebagai orang dewasa kita pahami, dan berat loh menghadapi hidup seperti dia," kata Retno.

KPAI juga akan memberikan konseling kepada keluarga yang mengasuh siswi yang mengaku diculik itu. KPAI melihat ada potensi yang perlu dikembangkan ke arah yang tepat dari siswi tersebut.

"Kami melihat banyak hal potensial pada dirinya, cuma harus diarahkan yang tepat. Jadi nanti akan home visit dulu akan melihat, programnya seperti apa tentu akan mengarah tadi ke masalah psikologis yang dihadapi ananda. Ini mudah-mudahan sih bisa secepatnya," imbuhnya.

Sebelumnya, polisi memastikan siswi yang mengaku diculik dan menjadi viral di media sosial tidak benar. "Kesimpulan penyidikan kami, video pengakuan siswi yang viral dan beredar luas di medsos itu tidak benar. Tidak benarnya ini kami langsung klarifikasi, mengundang orang tua guru dan wali kelas ketiga anak tersebut," ucap Wakasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Iver Manossoh kepada wartawan di Mapolsek Tanjung Duren, Jalan S Parman, Jakarta Barat, Kamis (14/9). (nvl/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads