Nazaruddin Pindah Kantor?
Rabu, 18 Mei 2005 14:26 WIB
Jakarta - Beberapa hari terakhir ini, Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin tidak tampak di ruangan kerjanya di lantai dua Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Eh...ternyata Nazaruddin ada di Gedung Bank Indonesia (BI), sebelah Gedung KPU. Pindah kantor? Suasana Gedung KPU di Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (18/5/2005) tampak sepi. Tidak tampak satu pun mobil anggota KPU yang terparkir di halaman Gedung KPU. Ke mana para anggota KPU? Yang jelas-jelas terlihat, hanya Rusadi Kantaprawira. Dia sedang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan tinta Pemilu. Lainnya, belum diketahui. Di antara para anggota KPU itu, tampaknya Nazaruddin yang paling dicari wartawan. Maklum, Nazaruddin semakin terpojok. Nazaruddin disebut-sebut telah meminta Plh Sekjen KPU Sussongko Suhardjo dan Kepala Biro Keuangan Hamdani Amin untuk melemparkan kesalahan kepada mantan Sekjen KPU Safder Yussacc. Imbalannya, Nazaruddin akan membantu keduanya dalam kasus ini. Tapi hingga kini, Nazaruddin belum juga berkomentar tentang hal itu. Nazaruddin malah tidak tampak di Gedung KPU. Ke mana guru besar UI ini berada? Ternyata, setelah diintip wartawan, Nazaruddin kemungkinan ada di Gedung BI yang berada persis di samping Gedung KPU. Ini bisa terlacak dari mobil Honda Accord warna hitam B 1887 BH. Mobil ini memang dikenal milik Nazaruddin. Di Gedung BII itu juga tampak mobil milik anggota KPU lainnya, Anas Urbaningrum, Honda Civic warna silver AB 7363 HB. Adakah Nazaruddin dan Anas di gedung itu? Belum jelas. Seorang petugas KPU melarang wartawan masuk ke gedung yang sering dipakai rapat rahasia oleh KPU itu. Pintu gerbang menuju gedung itu dari KPU juga digembok. Jadinya, wartawan belum bisa memastikan apakah Nazaruddin dan Anas berada di dalam gedung itu. Mobil Nazaruddin sebenarnya terlihat juga di halaman gedung itu pada Selasa (17/5/2005) sore. Menurut sumber di KPU, ada rapat khusus yang digelar para anggota KPU di gedung itu. Selain Nazaruddin dan Anas, di gedung itu juga ada sejumlah anggota KPU.
(asy/)











































