Curhat Hamdani Amin dan Dentjik

Kasus Korupsi KPU

Curhat Hamdani Amin dan Dentjik

- detikNews
Rabu, 18 Mei 2005 14:14 WIB
Jakarta - Wakil Kepala Biro Keuangan KPU M Dentjik selama ini tidak pernah bicara ke publik tentang kasus pemeriksaan korupsi KPU. Tapi, kini Dentjik mulai bicara. Sedangkan Kepala Biro Keuangan KPU Hamdani Amin mengaku tensi darahnya naik.Hamdani telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi KPU. Sementara anak buahnya, Dentjik, masih berstatus sebagai saksi. Hari ini, Rabu (18/5/2005), keduanya diperiksa oleh penyidik KPK di Gedung KPK, Jl. Veteran, Jakarta Pusat.Saat diberi kesempatan istirahat untuk makan siang dan salat lohor oleh penyidik KPK, Hamdani dan Dentjik sempat ngobrol-ngobrol dengan sejumlah wartawan di depan musala di lantai dua Gedung KPK. Keduanya mencurahkan isi hatinya alias curhat.Dentjik kecewa dengan perkembangan yang terjadi terkait kasus korupsi di KPU yang juga menyeret-nyeret dirinya. "Kelakuan pimpinan kita kok bikin kita mejret (tergencet)," kata Dentjik tiba-tiba.Padahal, Dentjik mengaku apa yang dilakukan selama ini sesuai dengan apa yang ditugaskan kepada dirinya. "Saya ini hanya menjalankan perintah atasan," jelas Dentjik yang tampak kecewa.Dentjik yang mengetahui aliran dana taktis KPU secara detil tidak mau membocorkan siapa saja yang kecipratan dana tersebut. "Soal itu, tanya ke penyidik saja," kilahnya.Sementara Hamdani yang saat itu ditemani pengacaranya, Abidin, mengaku tensi darahnya naik menjadi 180/110. Padahal sebelum ditahan, tensi darah Hamdani masih dalam kategori normal, 140/90."Tensi naik gara-gara KPK menyediakan makanan Hoka Hoka Bento dan masakan Padang kali Pak," canda wartawan. "Oh...mungkin juga ya. Tapi, saya juga kecapekan kali, karena tiga hari berturut-turut diperiksa. Saya biasanya hanya makan gado-gado," sahut Hamdani.Hamdani juga sempat ditanya tentang rahasia isi tas hitam yang selalu dibawanya. Jangan-jangan ada jimat di dalam tas? "Nggak. Isinya hanya untuk keperluan sehari-hari, seperti uang. Kalau jimat saya, ya Yang Di Atas itu," kata Hamdani. (asy/)


Berita Terkait