Bursa Calon Ketum PP Muhammadiyah
Pendukung Amien Masih Minim
Rabu, 18 Mei 2005 14:13 WIB
Jakarta - Bursa calon Ketum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah makin memanas. Dukungan anggota terhadap calonnya makin terbuka dan mengerucut ke empat nama. Di luar dugaan, meski masuk lima besar, posisi Amien Rais ada di nomor buncit.Amien yang baru saja lengser dari posisi puncak Partai Amanat Nasional (PAN) sejauh ini baru didukung 26 orang anggota. Ke-26 anggota inilah yang mengusungnya ke dalam bursa calon Ketum PP Muhammadiyah.Calon terkuat diduduki Wakil Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dengan 134 orang. Disusul Sekretaris PP Muhammadiyah Haidar Nasir dengan dukungan 112 suara. Wakil Ketua PP Muhammadiyah Rosyad Soleh nongkrong di urutan ketiga dengan mengantongi 100 suara. Posisi keempat ditempati Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif dengan 94 dukungan, dan terakhir Amien Rais dengan 26 pendukung.Kandidat calon Ketum PP Muhammadiyah ini nantinya akan dipilih dalam Muktamar ke-45 Muhammadiyah yang akan digelar pada 3-8 Juli 2005 di Universitas Muhammadiyah Malang.Sebetulnya, kata Wakil Sekretaris PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu, (18/5/2005), saat ini ada 204 calon yang diusulkan anggota Tanwir PP Muhammadiyah sejak 5,5 bulan lalu.Calon-calon ini, lanjut Hajriyanto yang juga Wakil Ketua Pemilihan PP Muhammadiyah, telah dikirimi formulir pernyataan kesediaan. "Biasanya 90 persen menyatakan bersedia dicalonkan, tapi sampai sekarang baru 30 persen yang mengembalikan laporan," katanya.Salah satu calon yang sudah mengembalikan formulir tersebut adalah Syafi'i Ma'arif. "Tapi belum kita buka. Pembukaan surat pernyataan akan dilakukan tanggal 31 Mei 2005," ungkapnya.Menurut Hajriyanto, dari 204 nama yang diusulkan itu nantinya akan dipilih 39 orang dalam sidang tanwir. Pemilihan berdasarkan rangking. Selanjutnya ke-39 calon ini masih akan diperas lagi hingga tinggal 13 orang. Ke-13 orang inilah yang akan menjadi pengurus PP Muhammadiyah. Mereka juga berhak memilih satu orang dari mereka sebagai Ketum PP Muhammadiyah.Pemilihan 13 orang ini nantinya akan dilakukan oleh 2.230 peserta muktamar. Namun menurut Hajriyanto, sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di Muhammadiyah, pemilihan ketua umum tidak dilaksanakan pada saat muktamar. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tawar menawar dan lobi politik di antara calon Ketum PP Muhammadiyah. Rencananya muktamar akan dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Presiden sudah bersedia dan wapres juga sudah menyatakan kesediannya memberikan dana," ungkap Syafi'i Ma'arif.Namun Syafi'i menolak menyebutkan angka yang akan diberikan wapres. Muktamar PP Muhammadiyah rencananya akan menelan biaya Rp 8 miliar.Seperti biasa, muktamar Muhammadiyah nanti juga akan dibarengkan dengan Muktamar Aisyiah yang akan dihadiri 1.300 delegasi.
(umi/)











































