Polisi Siap Buka Kembali Pengusutan Kasus Tawuran 'Gladiator'

ADVERTISEMENT

Polisi Siap Buka Kembali Pengusutan Kasus Tawuran 'Gladiator'

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 15 Sep 2017 06:29 WIB
Foto: Facebook Maria Agnes
Jakarta - Curhat seorang ibu tentang anaknya yang tewas dalam tawuran ala gladiator di Bogor viral di media sosial. Polisi akan mengusut kembali kasus tawuran ala gladiator yang menewaskan siswa bernama Hilarius Christian Event Raharjo.

"Tetap kita akan tidak lanjuti koordinasi dengan Satuan Reskrim Polresta Bogor," kata Kapolsek Bogor Utara, Kompol Wawan saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (14/9/2017) malam.

Peristiwa tawuran ala gladiator itu terjadi pada tahun 2015. Wawan menegaskan tak ada istilah kadaluarsa dalam penanganan sebuah perkara. Namun dia tetap meminta dukungan dari semua pihak.

"Akan dibuka lagi kasusnya, tidak ada istilah kadarluarsa cuma kita memang perlu bantuan seluruh pihak," ucap dia.

Seluruh pihak yang dimaksud Wawan tersebut mulai dari sekolah, para orang tua dan seluruh orang yang terlibat tawuran ala gladiator itu. Termasuk juga para penonton atau pun yang mengetahui soal duel ala gladiator tersebut.

Wawan berharap pihak-pihak yang dipanggil bisa memberikan informasi yang jelas. "Semua pihak yang terlibat itu harus memberikan infomasi yang sejelas-jelasnya kepada kami," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan kasus ini mencuat ke publik setelah status ibunda Hilarius, Maria Agnes viral di media sosial. Maria Agnes mengadukan kasus ini ke Presiden Joko Widodo karena merasa ada ketidakadilan setelah pelaku yang menewaskan sang anak masih bebas.

Maria menyebut sang anak, Hilarius Christian Event Raharjo yang merupakan siswa kelas X salah satu SMA di Bogor tewas pada Januari 2016 silam. Dia menyebut Hilarius tewas setelah dipaksa untuk berkelahi dalam ajang 'gladiator' yang juga direkam oleh anak-anak lain.

"Hilarius diadu seperti binatang di arena sorai-sorai," ungkap Maria Agnes.

Wali kota Bogor, Bima Arya menyebut kasus itu sudah selesai secara kekeluargaan. Dari hasil pengecekan di Dinas Pendidikan Kota Bogor, Bima Arya menyebut peristiwa itu terjadi pada 2015 silam.

"Tadi saya cek ke dinas pendidikan, ternyata itu kejadian yang tahun 2015. Kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan karena pihak keluarga korban tidak bersedia almarhum diautopsi," kata Bima Arya kepada detikcom, Kamis (14/9).

(ibh/elz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT