DetikNews
Kamis 14 September 2017, 20:24 WIB

Bicara Pilkada Bandung, Jokowi dan Farhan-Arfi Juga Singgung Raisa

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Bicara Pilkada Bandung, Jokowi dan Farhan-Arfi Juga Singgung Raisa Arfi Rafnialdi dan Farhan berkonsultasi mengenai Pilwalkot Bandung dengan Jokowi. (Bagus Prihantoro/detikcom)
Jakarta - Artis Farhan dan Ketua Alumni ITB Arfi Rafnialdi berniat ikut kontestasi Pilkada Bandung pada 2018. Mereka pun minta wejangan kepada Presiden Jokowi di Istana Negara.

"Di antaranya tetap menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika, jangan sampai kita, apa istilahnya, terlalu bernafsu karena ingin mengedepankan menang duluan tapi tak memperhatikan nilai yang ada. Jadi ya mesti hati-hati sajalah. Karena menurut beliau, dari pengalaman beliau sebagai wali kota, gubernur, dan presiden, intinya kerja, kerja, kerja," kata Farhan seusai pertemuan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Farhan tak mau 'geer' mendapat dukungan dari Jokowi meski sudah mendaftar lewat PDIP. Namun memang PDIP belum menentukan siapa pasangan calon yang akan diusung.

"Prinsipnya, kalau saya, saya akan ikut kata DPP. Karena secara hukum kan yang punya tanda tangan," ujar dia.

Arfi lalu menambahkan soal jumlah calon yang ada, sekitar 28 nama, sehingga mereka harus menyiapkan mental.

"Kang Arfi ini salah satu dari sedikit teknokrat yang ada di belakang Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung) sejak sebelum pilkada, jadi saatnya sekarang kita. Ya, kalau kata orang Bandung mah, wayahna-lah. Maju ke depan," imbuh Farhan.

Apakah Farhan dan Arfi bakal berduet?

"Insyaallah," jawab Farhan dan Arfi bersamaan.

Farhan memandang Jokowi sebagai panutan karena berpengalaman menjadi wali kota yang sukses hingga jadi presiden. Tapi rupanya ada topik lain yang dibahas selain isu Pilkada Bandung: Raisa.

"Bahas soal Raisa. Kita menanyakan kenapa aset negara bisa lepas ke negara asing," kata Farhan berseloroh.

"Beneran, bahas meme. Beberapa meme yang jadi materi Pak Jokowi pidato di Unpad itu dibahas," lanjut dia.

Arah pembicaraan itu adalah karena mereka sepakat menilai Bandung adalah kota yang kreatif. Namun kreativitas itu harus diarahkan ke hal positif.

"Tapi kalau kreatif nggak benar, akibatnya orang masuk penjara, kan? Kayak yang hina Ibu Negara itu," pungkas Farhan.
(bpn/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed