DetikNews
Kamis 14 September 2017, 18:51 WIB

Jangan Kirim Pasukan Jihad ke Myanmar

Aryo Bhawono - detikNews
Jangan Kirim Pasukan Jihad ke Myanmar Pengungsi Rohingya di perbatasan dengan Bangladesh. (Danish Siddiqui/Reuters)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Jakarta -

Direktur Eksekutif Burma Human Rights Network (BHRN) Kyaw Win mengingatkan pihak-pihak di Indonesia agar tidak membantu masyarakat Rohingya dalam bentuk pasukan jihad. Jika itu yang ditempuh, dipastikan bakal menambah penderitaan orang Rohingya. Sebab, militer Myanmar pasti bakal kian leluasa dan beringas melancarkan operasi pengusiran.

"Mereka (militer) akan semakin senang jika Anda datang berjihad," kata Kyaw dalam diskusi 'Special Session for Update on Human Rights and Violence in Regional ASEAN' di Griya Gus Dur, Jakarta, Kamis (14/9/2017). Diskusi itu antara lain diikuti Dinna Wisnu dari ASEAN Intergovernmental Commission of Human Rights Indonesia, Marzuki Darusman (Ketua Tim Pencari Fakta PBB untuk Myanmar), Usman Hamid (Amnesty International Indonesia), dan Alissa Wahid (Jaringan Gusdurian).

Selama ini, Kyaw melanjutkan, militer Myanmar melakukan operasi di Rakhine State dengan alasan adanya kelompok teroris bernama Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA). Kehadiran pasukan jihad bakal dianggap sebagai bantuan bagi ARSA sehingga militer Myanmar akan semakin memperkuat operasinya.

ARSA dideklarasikan pada 2012. Mereka menyerang 24 pos polisi pada 25 Agustus 2017 dan memicu operasi militer besar-besaran. Menurut Kyaw Win, bantuan pasukan jihad juga bakal memalingkan simpati dunia untuk menekan pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan militer terhadap Rohingya.

"Simpati internasional justru akan mendukung pemerintah Myanmar melakukan operasi militer. Rohingya bakal terus menderita," jelasnya.

Ia menyarankan lebih baik memberi bantuan kemanusiaan. Sekolah yang dibangun pemerintah Indonesia di Myanmar juga lebih baik dibuka untuk Rohingya yang buta pendidikan. "Kami butuh bantuan tanpa (memicu) masalah lain," jelasnya.




(jat/jat)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed