"Harapan terakhir, tidak menginginkan seluruh bupati nanti pindah ke kantor Kuningan," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017).
Basaria menyebut apa yang dilakukan KPK bertujuan agar daerah bisa terhindar dari korupsi. Namun ternyata masih ada kepala daerah yang 'main mata' untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Supaya bisa terapkan lebih baik, ada 7 orang kepala daerah nanti ditunjuk ahli IT nanti diterapkan di masing daerah. Ada aplikasi tidak terjadi, secanggih apa pun aplikasi diberikan tetap dikendalikan manusia," sambungnya.
Kepala daerah terakhir yang baru saja ditetapkan KPK sebagai tersangka adalah Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain. Dia diduga menerima fee dari banyak pihak berkaitan dengan proyek pengerjaan infrastruktur di wilayahnya.
KPK menyita uang Rp 396 juta yang merupakan bagian dari commitment fee sebesar Rp 4,4 miliar. Total ada 5 tersangka yang ditetapkan. (dhn/fdn)











































