DetikNews
Kamis 14 September 2017, 17:58 WIB

Bersama Ulama Banten, Panglima TNI Teken Deklarasi Anti Hoax

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Bersama Ulama Banten, Panglima TNI Teken Deklarasi Anti Hoax Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo deklarasi anti-hoax bersama ulama-ulama Banten (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan ulama ikut mendukung dan menandatangai gerakan bersama deklarasi bersama anti hoax. Deklarasi ini diinisiasi oleh civitas akademika Universitas Serang Raya (Unsera) Kota Serang, Banten.

Jenderal Gatot bersama dua ulama karismatik yaitu Kiai Abuya Muhtadi Dimyati dan Kiai Abuya Murtadho membuhuhi tanda tangan di lembaran deklarasi. Kedua ulama tersebut adalah pengasuh Pondok Pesantren Cidahu, Pandeglang.

Dalam orasi kebangsaannya di Unsera, Gatot bicara mengenai persoalan global sampai Pancasila. Perpecahan di negara lain menurutnya jangan sampai merembet ke wilayah Indonesia. Bangsa dengan beragam suku dan berlandaskan Pancasila ini menurutnya harus dijaga karena keanekaragamannya.

Dua ulama karismatik yaitu Kiai Abuya Muhtadi Dimyati dan Kiai Abuya Murtadho membuhuhi tanda tangan di lembaran deklarasi.Dua ulama karismatik yaitu Kiai Abuya Muhtadi Dimyati dan Kiai Abuya Murtadho membuhuhi tanda tangan di lembaran deklarasi. (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)


"Apabila ada yang merubah (Pancasila) jangan dipercaya, itu adalah pengkhianat bangsa yang akan mencelakakan bangsa kita," kata Gatot dalam orasi kebangsaannya di Unsera, Kota Serang, Kamis (14/9/2017).

Sebanyak 34 provinsi, 17 ribu pulau, 714 suku bangsa dan terdiri dari 1100 bahasa lokal bisa tetap utuh karena nilai-nilai Pancasila yang terus diterapkan. Keutuhan bersama ini menurutnya menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Sebelum penandatanganan deklarasi anti-hoax Panglima TNI Jenderal Gatot NurmantyoSebelum penandatanganan deklarasi anti-hoax Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)


"Ingat, bila tidak ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Khonghucu bukan Indonesia. Itu Indonesia kita tetap beragam tapi tetap satu dan saling toleransi," katanya.

"Ini yang diwariskan oleh pejuang bangsa, kita sebagai penikmat harus menjaga ini semua. Kuncinya ada di Pancasila," tegasnya.
(bri/jbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed